Masa depan Gaza kembali menjadi sorotan setelah Israel dinilai terus memperluas kendali wilayahnya, meskipun rencana perdamaian 20 poin yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah ditandatangani pada 9 Oktober 2025. Rencana tersebut semula mengatur penarikan pasukan Israel ke belakang Garis Kuning, dengan Israel tetap menguasai 58 persen wilayah Gaza sebelum penarikan penuh dilakukan pada tanggal yang belum ditentukan.
Penarikan Pasukan Belum Terjadi
Namun, hingga beberapa bulan setelah kesepakatan diumumkan, penarikan pasukan tersebut belum juga terealisasi. Sebaliknya, Israel justru disebut memperluas wilayah yang dikuasainya sekitar 11 persen selama periode yang disebut sebagai gencatan senjata. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai efektivitas perjanjian damai yang telah disepakati.
Perluasan Wilayah di Tengah Gencatan Senjata
Data terbaru menunjukkan bahwa Israel telah menambah area kendali di Gaza secara signifikan. Langkah ini dinilai bertentangan dengan semangat rencana perdamaian yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan membuka jalan bagi solusi dua negara. Pengamat internasional menyebut perluasan ini sebagai ancaman serius terhadap prospek perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut.



