Sebuah unggahan di media sosial mengeklaim Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dibakar pada 22 atau 23 Juli 2026. Klaim itu dikaitkan dengan aksi demonstrasi mahasiswa yang disebut menolak kebijakan pajak. Dalam narasi yang diunggah, jumlah peserta aksi disebutkan hingga jutaan orang. Unggahan itu juga menyertakan sebuah foto yang memperlihatkan api membakar salah satu bangunan.
Menurut unggahan tersebut, pembakaran terjadi saat demonstrasi mahasiswa sedang berlangsung. Aksi tersebut diklaim sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pajak yang dinilai memberatkan. Foto yang dilampirkan memperlihatkan suasana kebakaran yang dramatis, sehingga memicu kekhawatiran bagi banyak orang.
Klaim Hoaks di Media Sosial
Setelah ditelusuri oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Tidak ada peristiwa pembakaran Gedung DPR pada tanggal yang disebutkan maupun pada periode lain dalam sejarah gedung itu berdiri. Dengan demikian, unggahan tersebut tergolong hoaks.
Tim Cek Fakta Kompas.com menyatakan bahwa tidak ada catatan sejarah yang mencatat terjadinya pembakaran Gedung DPR. Gedung DPR, sebagai lembaga tertinggi perwakilan rakyat, memiliki sistem keamanan yang ketat. Sepanjang sejarahnya, gedung ini tidak pernah mengalami peristiwa pembakaran, baik yang dilakukan oleh demonstran maupun pihak lain.
Hasil Penelusuran Kompas.com
Klaim bahwa demonstrasi menolak pajak dihadiri hingga jutaan orang juga tidak memiliki bukti yang kuat. Tidak ada data resmi dari kepolisian maupun institusi terkait yang mengonfirmasi jumlah peserta sebesar itu pada Juli 2026. Keterangan dalam unggahan hanya berupa narasi tanpa dukungan data yang dapat diverifikasi.
Foto yang digunakan dalam unggahan juga bermasalah. Tidak ada keterangan yang jelas mengenai lokasi dan waktu pengambilan foto tersebut. Tanpa konteks yang valid, foto tidak dapat dijadikan bukti bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi.
Tanggal 22 atau 23 Juli 2026 disebut secara spesifik dalam unggahan. Pemilihan tanggal yang sangat detail sering digunakan untuk memberikan kesan bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi. Namun, tidak ada satu pun sumber kredibel, baik media nasional maupun lembaga resmi, yang melaporkan kejadian tersebut.
Kejanggalan dalam Unggahan
Unggahan semacam ini memiliki pola yang umum ditemukan dalam penyebaran hoaks. Pertama, menggunakan tanggal dan peristiwa yang spesifik untuk menimbulkan kesan nyata. Kedua, memanfaatkan emosi dan kekhawatiran pembaca melalui gambar yang dramatis. Ketiga, tidak mencantumkan sumber yang dapat diverifikasi.
Hoaks seperti ini sering muncul untuk menciptakan keresahan di masyarakat. Dalam konteks demonstrasi atau kebijakan pemerintah, narasi palsu dapat memperkeruh suasana dan memicu salah paham. Oleh karena itu, penting bagi publik untuk selalu mengecek kebenaran informasi sebelum mempercayainya.
Ciri-ciri Konten Hoaks
Masyarakat dapat memverifikasi informasi dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan mencari pemberitaan dari media yang sudah terverifikasi dan terpercaya. Jika tidak ada pemberitaan dari sumber-sumber tersebut, kemungkinan besar informasi itu tidak benar.
Selain itu, masyarakat dapat menghubungi instansi terkait atau melihat situs resmi pemerintah. Untuk isu yang berkaitan dengan keamanan negara, informasi dari Polri atau TNI dapat menjadi rujukan. Dengan langkah ini, penyebaran hoaks dapat dicegah.
Cara Memverifikasi Informasi
Tim Cek Fakta Kompas.com terus berupaya meluruskan informasi yang keliru. Penelusuran terhadap unggahan soal pembakaran Gedung DPR ini merupakan bagian dari upaya tersebut. Hasilnya, unggahan tersebut dipastikan sebagai kabar bohong. Publik diharapkan menjadikan hasil ini sebagai rujukan sebelum menyebarkan berita serupa.
Penyebaran hoaks tentang pembakaran gedung DPR berpotensi menimbulkan keresahan luas di masyarakat. Jika dipercaya, narasi seperti ini dapat memicu aksi atau reaksi yang didasari informasi keliru. Oleh karena itu, setiap informasi yang belum terverifikasi hendaknya dihentikan penyebarannya, bukan diteruskan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, informasi yang menyebut Gedung DPR dibakar pada 22 atau 23 Juli 2026 merupakan hoaks. Tidak ada peristiwa pembakaran gedung DPR dalam sejarahnya, dan tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Narasi itu telah diverifikasi oleh Tim Cek Fakta Kompas.com.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Selalu periksa fakta dari sumber yang kredibel dan jangan membagikan unggahan yang belum terverifikasi. Hal ini penting untuk menjaga ketenangan dan keamanan bersama. Berpikir kritis adalah kunci utama.



