Wakapolda Metro Jaga Semua Simpang untuk Cegah Macet saat Zikir di Monas
Cegah Macet, Wakapolda Jaga Semua Simpang saat Zikir Monas
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono mengeluarkan instruksi tegas agar seluruh personel menjaga setiap persimpangan jalan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, menyusul digelarnya Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu malam (1/8/2026). Langkah ini untuk mencegah kemacetan yang berpotensi meluas hingga ke area penyangga.Dalam sambutan apel di Monas, Dekananto menegaskan pengamanan arus lalu lintas tidak hanya difokuskan di sekitar lokasi acara, tetapi juga di jalan-jalan lain yang berpotensi terdampak kegiatan ribuan peserta.

Kawal Ring 1, Ring 2, dan Ring 3

Dekananto meminta jajaran Direktorat Lalu Lintas mengontrol secara menyeluruh arus kendaraan di Ring 1, Ring 2, dan Ring 3. Ia menekankan tidak boleh ada satu pun persimpangan yang luput dari penjagaan anggota kepolisian."Kawal arus lalu lintas baik itu di Ring 1, Ring 2, dan Ring 3 secara menyeluruh. Jajaran Pak Dirlantas saya minta betul-betul dikontrol, tidak hanya mengendalikan Monas dan sekitarnya, tetapi daerah-daerah penyangga yang berpotensi terdampak arus lalu lintasnya, saya minta dimonitor dan dikendalikan. Tidak boleh ada satu pun persimpangan yang tidak dijaga oleh anggota kita," kata Dekananto di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Kapolres Turun Langsung

Tidak hanya Soal lalu lintas, Dekananto juga menginstruksikan seluruh kapolres di jajaran Polda Metro Jaya untuk turun langsung memimpin pengamanan di wilayah masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung. Personel diingatkan agar menjalankan tugas secara humanis dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat."Di luar dari lokasi Monas, para Kapolres saya minta untuk turun langsung memimpin di wilayah masing-masing," ujarnya.Selain itu, setiap pintu masuk menuju lokasi acara harus dijaga ketat dan disterilisasi sejak awal oleh tim Penjinak Bom (Jibom) dan anjing pelacak K9. Dekananto meminta agar tidak terjadi penumpukan peserta yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat di sekitar Monas.

Pengawalan Bus Peserta dari Banten dan Jabar

Dekananto menjelaskan setiap bus yang membawa peserta akan didampingi personel dari daerah asal masing-masing. Ia meminta jajaran lalu lintas berkoordinasi dengan satuan wilayah yang melakukan pengawalan kendaraan bus atau roda empat lain, baik yang datang dari arah Banten maupun Jawa Barat."Jangan sampai ada penumpukan peserta yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat lainnya. Setiap bus akan didampingi oleh personel dari daerah asal masing-masing. Silakan nanti jajaran lalu lintas berkoordinasi dengan satuan wilayah yang melakukan pengawalan kendaraan bus atau kendaraan roda empat lainnya dari wilayah Banten maupun dari wilayah Jawa Barat," jelasnya.

Sterilisasi Jalur Presiden Prabowo

Dekananto juga memastikan jalur yang akan dilalui Presiden Prabowo Subianto disterilkan. Presiden dijadwalkan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 17.00 WIB, kawasan Monas harus sudah steril untuk mengantisipasi kedatangan kepala negara dan pejabat lainnya. Personel diminta tetap berada di titik masing-masing hingga seluruh rangkaian acara selesai dan masyarakat meninggalkan lokasi."Karena jam 17.00 sore sekitar Monas harus sudah steril. Ini untuk mengantisipasi kedatangan Bapak Presiden dan pejabat negara lainnya. Setelah kegiatan utama selesai, kepulangan Bapak Presiden dan rombongan VVIP, agar para personel tetap berada di titik plotting masing-masing sampai dengan seluruh kegiatan dan seluruh masyarakat yang menghadiri acara zikir dan doa meninggalkan lokasi Monas," ucapnya.

Pembagian Goodie Bag dan Kesiapan Evakuasi

Instruksi lain yang disampaikan Dekananto adalah pengaturan pembagian goodie bag dari Kementerian Agama agar berlangsung tertib. Ia meminta petugas memastikan tidak ada peserta yang berebut, demi menghindari risiko cedera yang dapat mengganggu jalannya acara. Selain itu, jalur evakuasi dan dukungan layanan kesehatan juga harus disiagakan selama kegiatan berlangsung."Pastikan betul, diatur betul, tidak ada yang berebut sehingga nanti yang bisa menimbulkan korban, sehingga mempengaruhi jalannya kegiatan zikir dan doa," pungkasnya.