Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026 resmi memasuki babak akhir setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan penutupan di GOR UNJ, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Sabtu (1/8/2026). Prosesi penutupan berlangsung pukul 17.36 WIB, menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang telah bergulir sejak 27 Juli 2026.
Turnamen ini digelar dengan harapan menjadi wadah strategis untuk menjaring bibit atlet bulutangkis berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejak awal, kejuaraan ini melibatkan unsur Polri, masyarakat umum, serta klub-klub bulutangkis dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. "Terima kasih kepada seluruh klub, seluruh pemain, dan rekan-rekan perwakilan dari Polda, Polres, hingga masyarakat umum," kata Sigit.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PBSI. Menurut Sigit, Kapolri Cup 2026 telah menjadi salah satu event nasional yang diperhitungkan untuk menambah poin bagi atlet yang akan berlaga di kelas lebih tinggi, termasuk kelas internasional. "Terima kasih juga kepada Ketua Umum PBSI, bahwa Kapolri Cup ini menjadi salah satu event nasional yang dihitung untuk menambah poin bagi para atlet yang akan berlaga di kelas yang lebih tinggi, kelas internasional," lanjutnya.
Kapolri Cup Masuk Kalender Resmi PBSI
Ketua Umum PBSI Komjen Fadil Imran yang hadir pada penutupan tersebut memberikan apresiasi kepada Korps Bhayangkara atas konsistensinya dalam mendukung pembinaan bulutangkis Indonesia. Fadil menegaskan bahwa Kapolri Cup telah masuk dalam kalender resmi agenda nasional PBSI.
"Saya mewakili Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Pak Kapolri atas konsistensi untuk terus membantu PBSI melakukan pembinaan untuk menjaring bakat-bakat juara yang akan mewakili Indonesia di level dunia," tutur Fadil Imran.
Fadil menjelaskan, Kapolri Cup 2026 mempertandingkan kategori kelompok umur 15, 17, dan 19 tahun. Dari turnamen ini, bibit-bibit dari klub diharapkan dapat mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI untuk kemudian menjadi pemain Pelatnas. "Dari sinilah bibit-bibit dari klub nantinya akan mengikuti Seleknas (Seleksi Nasional) di PBSI untuk menjadi pemain Pelatnas," sambungnya.
Hal ini menjadikan Kapolri Cup bukan sekadar ajang kompetisi internal Polri, melainkan juga bagian penting dari ekosistem pembinaan atlet nasional. Para pemain muda yang tampil di turnamen ini memiliki kesempatan untuk melanjutkan karier mereka melalui jalur seleksi resmi.
Ribuan Peserta dan Semangat Kebersamaan
Ketua Pelaksana Kapolri Cup 2026, Irjen Mardiono, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan sejak 27 Juli 2026 berjalan lancar. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang berpartisipasi sehingga kompetisi dapat diselenggarakan dengan aman dan tertib.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Mudah-mudahan suasana yang cukup guyub ini bisa kita lanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya dengan suasana yang mungkin berbeda dan lebih guyub lagi," tutur Mardiono.
Sebanyak 1.219 peserta tercatat terlibat dalam kompetisi ini. Rinciannya, 591 peserta berasal dari masyarakat umum, 70 peserta merupakan penyandang disabilitas, dan 558 peserta dari unsur Polri. Keikutsertaan atlet disabilitas menegaskan bahwa turnamen ini menjunjung tinggi nilai inklusivitas.
Dengan berakhirnya Kapolri Cup 2026, Jenderal Sigit berharap semangat sportivitas yang terbangun selama turnamen dapat terus dijaga. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ajang ini sebagai motivasi bagi atlet muda untuk terus berlatih dan berprestasi.
Keberhasilan penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 diharapkan menjadi langkah awal bagi lebih banyak turnamen berkualitas di Tanah Air. Dukungan lintas institusi seperti Polri dan PBSI dinilai mampu memperkuat regenerasi atlet bulutangkis Indonesia di masa mendatang.



