AS dan Israel Siap Serang Pembangkit Listrik dan Kilang Minyak Iran
AS-Israel Siap Serang Infrastruktur Energi Iran

Washington DC — Rencana serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap infrastruktur energi Iran mengemuka dalam laporan media AS, Sabtu (1/8/2026). CBS News dan Wall Street Journal (WSJ) mengutip pejabat Washington dan Tel Aviv yang menyebut operasi pengeboman paling intens sedang disiapkan, dengan target pembangkit listrik dan kilang minyak. Serangan itu berpotensi dilaksanakan pada akhir pekan ini.

Laporan Anadolu Agency menyebutkan bahwa pembahasan mencakup penyelesaian operasi militer sebelum pasar keuangan dibuka Senin (3/8) waktu setempat. Ini menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global. Meski begitu, belum ada tenggat waktu pasti yang ditetapkan.

Menurut sejumlah sumber, Israel telah menerima pengarahan dan berkoordinasi dengan Washington. Namun, Presiden Donald Trump belum memberikan izin akhir untuk operasi tersebut. Seorang pejabat Israel anonim mengatakan kepada CBS News bahwa Tel Aviv tidak mengetahui adanya keputusan untuk melanjutkan operasi militer skala penuh dan tidak diminta untuk berpartisipasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Trump: "Kami Akan Hantam Mereka Sangat Keras"

Saat berbicara dalam rapat kabinet di Camp David, Maryland, Trump melontarkan ancaman terbaru terhadap Teheran. "Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras. Pada titik tertentu, mereka akan mengatakan, 'Kami benar-benar tidak tahan lagi'," ucap presiden AS tersebut.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa AS "akan menang" dan Iran tidak akan diizinkan memperoleh senjata nuklir selama Trump berkuasa. Pernyataan ini mempertegas sikap keras Washington terhadap program nuklir Teheran.

Pentagon Siap Siaga Penuh

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa militer AS sudah "siap siaga sepenuhnya". Namun ia menolak untuk membahas target-target spesifik sebelum ada keputusan presiden secara resmi. Hal ini mengindikasikan bahwa operasi belum final dan masih menunggu persetujuan dari Trump.

Laporan CBS News menyebutkan bahwa pembangkit listrik dan kilang minyak Iran kemungkinan besar menjadi target utama. Para pejabat AS juga mempertimbangkan untuk memutus aliran listrik ke ibu kota Teheran. Tindakan ini dirancang untuk melumpuhkan ekonomi dan infrastruktur vital Iran.

Persetujuan di Camp David dan Peluang Diplomasi

WSJ, mengutip sejumlah pejabat AS, menekankan bahwa serangan terbaru telah disetujui dalam rapat kabinet di Camp David, kompleks peristirahatan presiden di Maryland. Kendati demikian, para pejabat melaporkan bahwa Trump masih bisa membatalkan serangan dan kembali bernegosiasi dengan Iran jika terdapat "kemajuan segera di jalur diplomasi".

Ini menunjukkan bahwa meskipun persiapan militer berjalan, pintu diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Keputusan akhir tetap berada di tangan Trump sebagai panglima tertinggi.

Iran Siapkan Rencana Balasan Komprehensif

Di tengah ketegangan, kantor berita Tasnim News Agency melaporkan pernyataan seorang pejabat keamanan senior Iran. Pejabat itu mengonfirmasi bahwa Teheran telah menyiapkan "rencana komprehensif" untuk membalas setiap potensi serangan AS. Ia menggambarkan laporan rencana serangan terhadap target-target Iran sebagai "tindakan gegabah".

"Kami telah menyiapkan rencana komprehensif untuk merespons, yang mencakup infrastruktur vital di Israel dan infrastruktur energi Amerika Serikat di kawasan tersebut, dan kami siap melaksanakannya," tegas pejabat keamanan senior Iran tersebut. Ia menambahkan bahwa Iran memiliki "kemampuan dan tekad" untuk membalas serangan AS-Israel.

Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Dengan ancaman balasan dari Teheran, situasi di kawasan Timur Tengah berpotensi memanas. Dunia kini menunggu langkah konkret dari Washington dan Tel Aviv.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga