Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Telah Meninggal
Trump Klaim Mojtaba Khamenei Meninggal

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan mengejutkan yang menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah meninggal dunia. Klaim ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa (14/7/2026), sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency.

Spekulasi Keberadaan Mojtaba Khamenei

Keberadaan Mojtaba Khamenei telah menjadi tanda tanya besar sejak serangan udara gabungan AS-Israel beberapa bulan lalu. Menurut laporan New York Post yang mengutip penilaian intelijen AS, Mojtaba mengalami luka parah dan cacat fisik akibat serangan tersebut. Duta Besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, sebelumnya mengonfirmasi bahwa Mojtaba menderita cedera pada kaki, tangan, dan lengannya, serta menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejak insiden itu, Mojtaba belum pernah tampil di depan umum atau menyampaikan pidato. Ia juga tidak hadir dalam pemakaman ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan awal pada 28 Februari lalu. Pemakaman digelar di sejumlah kota di Iran dan Irak pada awal Juli 2026, namun Mojtaba baru muncul setelah ayahnya dimakamkan pada 9 Juli 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan Tertulis Mojtaba

Alih-alih hadir secara fisik, Mojtaba merilis pernyataan tertulis yang menegaskan akan membalas kematian ayahnya. "Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," tulisnya dalam surat yang ditandatangani pada 10 Juli 2026. "Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya, maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi." Ia menambahkan, "Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu."

Klaim Trump Tentang Kemampuan Militer Iran

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan bahwa kemampuan militer Iran telah sangat melemah. "Mereka tidak memiliki Angkatan Laut. Mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Semuanya sudah lenyap. Pertahanan anti-pesawat mereka sudah musnah. Para pemimpin mereka semuanya telah tewas," ujar Trump. Ia juga sempat salah menyebut nama mendiang Ayatollah Ali Khamenei sebagai "Khomeini", merujuk pada pemimpin revolusi Iran Ruhollah Khomeini yang wafat pada 1989. "Para pemimpin terbaik mereka telah tewas. Mereka sudah habis. Khomeini sudah tiada," kata Trump. "Putranya, 90 persen telah tiada," klaimnya, merujuk pada Mojtaba.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Trump. Spekulasi mengenai kondisi Mojtaba Khamenei terus menjadi sorotan internasional di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Iran dan AS.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga