Serangan AS-Israel Picu Pemadaman Listrik di Iran, Militer Ancang-ancang Invasi Darat
Serangan AS-Israel Picu Pemadaman Listrik di Iran

Serangan Udara AS-Israel Picu Pemadaman Listrik di Beberapa Wilayah Iran

Pemadaman listrik melanda beberapa wilayah Iran, termasuk area ibu kota Teheran, pada Minggu (29/3) waktu setempat. Gangguan ini terjadi menyusul serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap infrastruktur listrik negara tersebut. Menurut para pejabat Teheran, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (30/3/2026), gempuran dari Washington dan Tel Aviv mengenai sejumlah gardu induk listrik di wilayah Iran.

Militer Iran Ancang-ancang Invasi Darat AS dengan Peringatan Keras

Militer Iran melontarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat terkait potensi invasi darat Washington terhadap Teheran. Dalam pernyataannya, seperti dilansir Press TV pada Senin (30/3/2026), militer Iran menegaskan bahwa setiap invasi darat AS akan berakhir dengan konsekuensi bencana. Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, secara terang-terangan menyatakan bahwa pasukan AS akan menjadi "makanan lezat bagi hiu-hiu di Teluk Persia". Ia menegaskan pasukan Iran siap merespons dengan tegas jika ancaman Presiden AS Donald Trump soal operasi darat terwujud.

Iran Eksekusi Mati Dua Anggota Oposisi yang Coba Gulingkan Pemerintah

Otoritas Iran mengeksekusi mati dua pria yang dinyatakan bersalah karena menjadi anggota kelompok oposisi terlarang dan berupaya menggulingkan pemerintah Teheran. Eksekusi mati dengan metode hukuman gantung ini, seperti dilansir AFP pada Senin (30/3/2026), dilaksanakan pada Senin pagi waktu setempat. Situs web Mizan Online yang dikelola otoritas kehakiman Iran melaporkan bahwa Akbar Daneshvarkar dan Mohammad Taghavi-Sangdehi telah dihukum gantung setelah konfirmasi dan persetujuan akhir oleh Mahkamah Agung. Eksekusi ini terjadi ketika Iran sedang berperang melawan AS dan Israel.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Trump Klaim Iran Telah Mengalami Perubahan Rezim

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa perang AS-Israel telah mencapai perubahan rezim di Iran. Dalam pernyataannya kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, seperti dilansir kantor berita AFP pada Senin (30/3/2026), Trump meyakinkan bahwa ia akan "membuat kesepakatan" dengan Iran. Ia menyebut bahwa AS kini berurusan dengan kelompok orang yang sama sekali berbeda, menyinggung jumlah pemimpin Iran yang tewas dalam perang selama sebulan tersebut.

Iran Konfirmasi Kematian Komandan Garda Revolusi Alireza Tangsiri

Otoritas Iran mengonfirmasi kematian komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Alireza Tangsiri. Konfirmasi ini disampaikan pada Senin (30/3), beberapa hari setelah Israel mengklaim telah menargetkannya dalam serangan udara di wilayah Iran. Pernyataan yang dimuat situs web Sepah News, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya pada Senin (30/3/2026), menyebutkan bahwa Tangsiri "meninggal dunia karena luka-luka parah" akibat serangan tersebut. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim serangan Angkatan Bersenjata Israel (IDF) telah menewaskan Tangsiri dan pejabat senior IRGC lainnya.

Dampak Serangan: Gangguan Pasokan Listrik di Teheran dan Sekitarnya

Gangguan pasokan listrik, menurut laporan media lokal Iran, terjadi di beberapa area di Teheran dan kota Alborz di sebelah utara negara tersebut. Gangguan juga dilaporkan terjadi di beberapa bagian distrik Karaj, sebelah barat Teheran. Serangan AS-Israel terhadap infrastruktur listrik ini menyebabkan sebagian wilayah Iran gelap gulita, memperparah situasi konflik yang sedang berlangsung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga