Pertengkaran Menlu Selandia Baru dengan Dubes China karena Komentar Rasis
Menlu Selandia Baru Ribut dengan Dubes China

Kronologi Pertengkaran Menlu Peters dengan Anggota Parlemen China

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, menuai kontroversi setelah melontarkan komentar rasis kepada anggota parlemen Selandia Baru keturunan China. Peristiwa ini terjadi saat debat tanggapan pemerintah terhadap pandemi COVID-19 pada Rabu, 29 Juli 2026 waktu setempat. Dalam debat tersebut, anggota Partai Hijau kelahiran China, Lawrence Xu-Nan, yang lahir di Tianjin tetapi dibesarkan di Auckland, Selandia Baru, bertanya kepada Peters, "Apakah Anda sudah divaksinasi?"

Peters yang tersinggung menjawab dengan nada kesal, menuduh Xu-Nan "baru datang ke sini lima menit yang lalu". Ia kemudian menambahkan, "Kembali sana ke negara Anda. Di sanalah mereka berbohong seperti ikan pipih, tetapi mereka tidak berbohong seperti itu di sini. Ini disebut demokrasi, tidak seperti yang Anda kenal. Kembali ke tempat asal Anda, dasar mulut besar," seperti dilansir kantor berita AFP pada Kamis, 30 Juli 2026.

Intervensi Langka Dubes China Wang Xiaolong

Komentar Peters memicu reaksi keras dari Duta Besar China untuk Selandia Baru, Wang Xiaolong. Dalam unggahan di media sosial X, Wang menyatakan bahwa meskipun ia enggan campur tangan dalam politik domestik, "cukuplah untuk mengatakan, terkadang, sebuah pernyataan lebih banyak mengungkapkan tentang orang yang mengucapkannya daripada apa pun atau siapa pun". Intervensi diplomatik semacam ini jarang terjadi dan menunjukkan seriusnya ketegangan yang ditimbulkan oleh pernyataan Peters.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pembelaan Peters: 'Membuktikan Poin Saya'

Alih-alih meminta maaf, Peters justru membalas kritik Wang. Dalam cuitannya, Peters menulis, "Kita hidup dalam demokrasi yang mencakup kebebasan berbicara dan hak-hak – dua nilai yang tidak hanya dibatasi oleh negara-negara tertentu, tetapi juga dilakukan dengan paksa. Jika itu menyinggung orang-orang yang terlalu sensitif dan para pendukung komunis yang menyebutnya 'berbahaya' – selamat datang di Selandia Baru." Peters mengklaim bahwa respons Wang justru membuktikan kebenaran pernyataannya tentang perbedaan nilai demokrasi.

Peters adalah pemimpin partai populis yang sering menjadi penentu kekuasaan dalam sistem politik Selandia Baru yang terfragmentasi. Partainya dikenal dengan sikap keras terhadap imigrasi dan kritik terhadap pengaruh asing. Ini bukan pertama kalinya Peters dan partainya menerima kritik atas komentar rasis.

Sejarah Komentar Rasis Peters dan Partainya

Tahun sebelumnya, Peters dan wakilnya, Shane Jones, menjadi sorotan setelah Jones berteriak "pulangkan orang-orang Meksiko" kepada anggota parlemen kelahiran Meksiko, Francisco Hernandez, selama debat. Peters kemudian menindaklanjuti dengan mengatakan kepada Hernandez untuk "menunjukkan rasa terima kasih" karena berada di Selandia Baru. Insiden berulang ini menunjukkan pola perilaku yang dikecam oleh kelompok hak asasi manusia dan masyarakat multikultural.

Komentar Peters kali ini berpotensi merusak hubungan diplomatik Selandia Baru dengan China, salah satu mitra dagang terbesarnya. Meskipun Peters membela diri dengan mengatasnamakan kebebasan berbicara, banyak pihak menilai pernyataannya jelas bernada rasis dan tidak pantas untuk seorang pejabat tinggi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada permintaan maaf resmi dari Peters atau pemerintah Selandia Baru.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga