MBS Telepon Trump Sebelum AS Batalkan Serangan ke Iran
MBS Telepon Trump Sebelum AS Batalkan Serangan

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dilaporkan menghubungi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui sambungan telepon pada Sabtu (1/8/2026). MBS mendesak Trump untuk membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan kembali ke jalur negosiasi. Laporan tersebut diungkapkan oleh situs berita Axios berdasarkan sumber internal, kemudian disiarkan oleh Al-Jazeera pada Minggu (2/8/2026).

Kronologi: Dari Ancaman Keras hingga Pembatalan

Pada Jumat (31/7/2026), Trump mengancam akan menyerang Iran "dengan sangat keras". Pernyataan itu memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sehari kemudian, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga Amerika yang berada di 10 negara di kawasan tersebut. Warga AS diminta meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan untuk meninggalkan negara-negara itu karena situasi yang memburuk.

Namun, pada Sabtu malam atau Minggu, Trump mengumumkan pembatalan serangan. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa AS awalnya siap melancarkan "teror, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II" terhadap Iran. Akan tetapi, ia mengklaim bahwa Iran dan sejumlah negara Timur Tengah lainnya baru saja meminta AS untuk menunda serangan karena batasan kesepakatan telah disetujui.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Isi Kesepakatan Menurut Trump

Trump menjelaskan bahwa kesepakatan yang dimaksud mencakup dua poin utama. Pertama, pembukaan segera, lengkap, dan total Selat Hormuz. Kedua, pengakhiran ancaman nuklir Iran. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menjadi lintasan sekitar seperlima konsumsi minyak global. Pembukaan penuh selat ini menjadi kunci stabilitas pasokan energi dunia.

"Amerika Serikat siap siaga dan siap menyerang Republik Islam Iran, dengan tingkat teror militer, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II. Meskipun demikian, Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya baru saja meminta kami untuk menunda serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disetujui," kata Trump dalam pernyataannya.

Trump menambahkan, "Ini termasuk pembukaan segera, lengkap, dan total Selat Hormuz, dan mengakhiri ancaman nuklir Iran."

Peran MBS dalam Diplomasi

Laporan Axios menyebutkan bahwa telepon dari MBS menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan sikap Trump. MBS, yang selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan Trump, disebut mendesak agar serangan dibatalkan dan negosiasi kembali dilanjutkan. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih maupun istana kerajaan Saudi mengenai isi pembicaraan tersebut.

Langkah MBS ini sejalan dengan upaya Arab Saudi menjaga stabilitas kawasan. Sebagai salah satu produsen minyak utama dunia, Arab Saudi sangat berkepentingan terhadap keamanan Selat Hormuz. Gangguan di selat tersebut dapat memicu lonjakan harga minyak dan mengguncang perekonomian global.

Reaksi dan Implikasi

Keputusan Trump untuk membatalkan serangan menuai beragam reaksi. Para pengamat menilai pembatalan ini menunjukkan adanya ruang diplomasi di tengah ketegangan. Namun, Trump juga menegaskan bahwa AS tetap dalam kondisi siaga penuh. "Amerika Serikat siap siaga," ujarnya, mengindikasikan bahwa opsi militer masih terbuka jika negosiasi gagal.

Di sisi lain, Iran sebelumnya menyindir sikap AS yang dianggap plin-plan. Dalam pemberitaan terpisah, Iran mengecam ancaman AS seraya menyebut bahwa AS hanya "koar-koar" tetapi pada saat yang sama meminta negosiasi. Pernyataan itu merefleksikan kecurigaan Teheran terhadap itikad Washington.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai kesepakatan yang disebut Trump. Pihak internasional pun masih menunggu detail lebih lanjut tentang batasan kesepakatan tersebut, termasuk bagaimana implementasi pembukaan Selat Hormuz dan verifikasi penghentian program nuklir Iran.

Menurut laporan Al-Jazeera, situasi di kawasan tetap tegang meskipun serangan batal. Peringatan perjalanan yang dikeluarkan untuk 10 negara masih berlaku. Negara-negara yang dimaksud tidak disebutkan satu per satu dalam artikel asli, tetapi biasanya mencakup negara-negara Teluk dan sekitarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga