Penyerahan Simbolis Lima Ambulans oleh KORPRI
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima bantuan lima unit ambulans dari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang akan digunakan untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan di daerah terdampak bencana di Sumatra. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Zudan Arif Fakrulloh di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Juli 2026.
Tito menyatakan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah berjuang pulih dari bencana. "Nanti kita akan salurkan," ujarnya di hadapan awak media.
Lima Kabupaten Penerima Ambulans
Dalam kesempatan tersebut, Tito merinci bahwa tiga dari lima ambulans akan didistribusikan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Masing-masing satu unit ambulans juga akan diberikan kepada Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumatra Utara dan Kabupaten Agam di Sumatra Barat. "Nanti lima ini akan serahkan ke lima kabupaten itu: Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan kemudian Kabupaten Agam dan Tapanuli Tengah. Kita akan salurkan nanti. Ini pasti akan bermanfaat untuk masyarakat di sana," pungkas Tito.
Fokus pada Daerah dengan Kondisi Paling Berat
Mendagri menjelaskan bahwa pemilihan daerah penerima didasarkan pada tingkat keparahan dampak bencana. Aceh Tamiang disebut mengalami kondisi paling berat karena lumpur yang menutupi seluruh kota, bahkan sempat melumpuhkan pemerintahan setempat. "Kita serahkan satu kepada Aceh Tamiang yang cukup berat karena satu kota kena lumpur semua, pemerintahannya pun sempat lumpuh sekarang sudah mulai berjalan lagi. Kita kirim 3.000 praja IPDN ke sana," tutur Tito.
Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Agam dinilai masih menghadapi tantangan besar pascabanjir yang melanda pada tahun 2025. Dengan tambahan ambulans ini, diharapkan akses layanan kesehatan darurat dapat lebih optimal.
Delapan Daerah di Aceh Masuk Perhatian Khusus
Tito menyampaikan bahwa Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra masih memberikan perhatian khusus kepada delapan daerah di Aceh, yaitu Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Di Sumatra Utara, daerah yang menjadi prioritas meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Sementara di Sumatra Barat, perhatian difokuskan pada Kabupaten Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.
Masa Transisi Menuju Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Menurut Tito, saat ini daerah bencana di Sumatra telah memasuki masa transisi dan akan dilanjutkan dengan masa rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana hingga tahun 2028. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi di sektor kesehatan berlangsung cepat. "Cukup banyak yang dikerjakan, mulai dari sektor kesehatan termasuk sektor yang paling cepat dikerjakan oleh tim dari Bapak Menteri Kesehatan. Puskesmas, rumah sakit sudah beroperasional, itu jumlahnya cukup banyak ya, ratusan yang terdampak kemarin," jelas Tito. Ia juga menambahkan bahwa bulan lalu ia mendampingi Menteri Kesehatan dalam penyerahan bantuan ambulans dari beberapa lembaga dan pihak swasta.
Bantuan lima ambulans dari KORPRI ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan layanan kesehatan di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan dukungan ekstra pascabencana.



