Jakarta Bond Rp3,5 Triliun: Gubernur Pramono Siapkan Creative Financing
Jakarta Bond Rp3,5 T: Creative Financing Pramono

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana penerbitan obligasi daerah pertama di Indonesia yang diberi nama Jakarta Bond. Instrumen pembiayaan ini akan digunakan untuk mendanai berbagai kepentingan bersama di Jakarta, seperti pengembangan rumah sakit internasional dan proyek MRT. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Jakarta Budget Talks: Menavigasi APBD Jakarta: Perkuat Kinerja, Kepentingan Publik Terjaga di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026.

Obligasi Daerah Pertama di Indonesia

Jakarta Bond direncanakan diterbitkan pada Juni 2027 dengan nilai Rp3,5 triliun dan tenor 7 tahun. Pramono menjelaskan bahwa besaran tersebut dipilih karena ini merupakan obligasi daerah pertama di Indonesia. "Kenapa Rp 3,5 triliun? Sebenarnya size-nya Jakarta itu memang jauh lebih besar dari itu. Tapi kan kita tahu bahwa ini adalah pertama kali obligasi daerah yang diluncurkan di republik ini. Dan kalau ini berhasil menjadi instrumen creative financing, saya yakin ini bisa dicontoh di daerah-daerah lain," ujar Pramono.

Konsep Pembiayaan Kreatif

Pramono mengibaratkan penerbitan obligasi seperti seseorang yang tetap meminjam uang meskipun memiliki kemampuan finansial, demi menjaga kesehatan keuangan. "Banyak orang-orang kaya yang sebenarnya nggak perlu pinjam tetapi tetap meminjam, itu karena untuk membuat badannya lebih sehat," jelasnya. Ia menegaskan bahwa kondisi keuangan DKI Jakarta tetap kuat meskipun sempat terdampak pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Obligasi ini diterbitkan bukan untuk menutup kekurangan anggaran, melainkan sebagai alternatif pembiayaan pembangunan. "Demikian juga dengan Jakarta, walaupun ada pemotongan DBH, kita melakukan creative financing supaya keuangan Jakarta itu jauh lebih sehat dan transparan terbuka," tuturnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jakarta Bond untuk Kepentingan Publik

Dana dari Jakarta Bond akan digunakan untuk proyek-proyek publik, termasuk pengembangan dua rumah sakit internasional, salah satunya di Sumber Waras yang sudah selesai, serta pengembangan MRT. Pramono berharap obligasi ini dapat membuat Jakarta lebih mendunia. "Mudah-mudahan subscribe-nya tinggi, maka Jakartanya menjadi lebih mendunia," katanya. Ia juga yakin bahwa dengan adanya Jakarta Bond, APBD Jakarta akan lebih berwarna, lebih sehat, dan lebih membawa manfaat bagi masyarakat. "Jakarta pasti sanggup dan Jakarta pasti dengan adanya obligasi ini, APBD-nya akan menjadi lebih berwarna, lebih sehat, dan mudah-mudahan lebih membawa manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Dampak dan Harapan ke Depan

Penerbitan Jakarta Bond diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam melakukan creative financing. Pramono menekankan bahwa inovasi ini dimulai dari Jakarta. "Saya menginginkan bahwa Jakarta ini menjadi sesuatu yang baru dan kita mulai dengan Jakarta," tutupnya. Dengan nilai Rp3,5 triliun dan tenor 7 tahun, obligasi ini menjadi langkah strategis Pemprov DKI Jakarta dalam mendiversifikasi sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur dan layanan publik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga