Gedung Wapres di IKN Sudah Rampung, Gibran Diharapkan Segera Berkantor
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara masih berjalan sesuai rencana hingga saat ini. Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Basuki mengungkapkan bahwa berbagai investasi dari sektor swasta juga terus mengalir ke proyek strategis tersebut.
"Masih on the track, swasta juga masih, sudah lebih dari Rp 70 triliun ya," kata Basuki menanggapi pertanyaan Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy, mengenai status pembangunan IKN.
Persiapan Kantor Wapres di IKN Mulai Dilakukan
Rifqinizamy lantas menyinggung rencana Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk berkantor di IKN. Basuki merespons dengan menyebutkan bahwa sejumlah staf Wapres telah ditugaskan ke lokasi tersebut sebagai bagian dari persiapan.
"Saya kira iya karena sudah ada menugaskan 50 staf ke sana untuk persiapan-persiapannya. Mudah-mudahan akan segera," tutur Basuki. Saat ditanya apakah hal ini akan terealisasi tahun ini, Basuki menjawab, "Insyaallah."
Dalam kesempatan terpisah, Basuki memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kesiapan infrastruktur untuk Wapres di IKN. Ia mengungkapkan bahwa gedung Wapres di IKN telah rampung dibangun dan siap untuk ditempati.
Harapan Basuki: Gibran Berkantor di IKN Tahun Ini
"Itu saya kira baru bocoran rencana, lalu persiapan. Kalau saya rumah saya sekarang di sana, jadi saya sih berharap itu terjadi akan ada beliau benar-benar berkantor di sana, harapan saya," ucap Basuki dengan penuh harap.
Ia menambahkan bahwa Istana Wapres di IKN tidak hanya telah selesai dari segi arsitektur, tetapi juga dilengkapi dengan furniture yang memadai. "Tahun ini bisa, karena gedungnya sudah jadi sudah, furniture sementara juga sudah," imbuhnya.
Dengan demikian, harapan besar tertumpu pada Wapres Gibran untuk segera memulai aktivitas kantor di IKN, menandai babak baru dalam perpindahan ibu kota negara. Pembangunan IKN sendiri terus menunjukkan progres yang signifikan, didukung oleh investasi swasta yang telah mencapai lebih dari Rp70 triliun.



