Universitas Republik Indonesia Fokus STEM dan Kedokteran untuk Kemandirian Teknologi
URI Fokus STEM dan Kedokteran untuk Kemandirian Teknologi

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS), Aries Marsudiyanto, mengungkapkan bahwa Universitas Republik Indonesia (URI) akan memfokuskan diri pada bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) serta program studi kesehatan dan kedokteran. Hal ini disampaikan Aries di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (23/7/2026).

Mengapa STEM dan Kedokteran Menjadi Prioritas?

Menurut Aries, Presiden Prabowo Subianto ingin Indonesia mampu menguasai teknologi sendiri. "Nah buktinya, kita punya segala macam sumber daya alam, tapi sampai sekarang kita secara teknologi ketinggalan kan? Ya kita membuat pesawat sendiri belum bisa, mobil belum bisa," kata Aries. Ia menegaskan bahwa sumber daya alam yang melimpah tidak akan bermanfaat tanpa sumber daya manusia yang mumpuni. Oleh karena itu, URI akan menjadi universitas berbasis STEM untuk mengejar ketertinggalan teknologi.

Selain STEM, URI juga akan fokus pada kesehatan dan kedokteran. Aries menyebutkan bahwa jumlah dokter di Indonesia masih sangat kurang, baik di perkotaan maupun pedesaan. "Macam-macam (jurusan), ya salah satunya fokusnya ke situ (STEM), tapi prodi-prodi yang lain tentunya juga akan banyak. Misalnya kesehatan, kedokteran. Kita juga perlu kedokteran itu harus ditingkatkan karena kan sangat kurang sekali ya," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kekurangan Dokter di Indonesia

Aries membandingkan rasio dokter terhadap penduduk di Indonesia dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Idealnya, rasio dokter adalah 1 banding 1.000. Namun, di Indonesia, rasio tersebut hanya 0,47 di perkotaan dan 0,27 di pedesaan. "Itu 1 banding 1.000, itu idealnya PBB ya, WHO. Tapi kan kita kalau nggak salah hanya 0,47 ya itu di perkotaan, mungkin 0,27 di pedesaan. Ya ini sangat kurang sekali. Oke ya, nanti kita selesaikan," tutur Aries. Dengan adanya URI, diharapkan jumlah dokter dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Pelantikan Pimpinan URI

Sebelumnya, pada Rabu (22/7/2026), Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara. Donny menjelaskan bahwa URI disiapkan untuk mencetak calon-calon pemimpin bangsa dengan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan dari berbagai negara. "Ini semua adalah terkait dengan pendidikan pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN," kata Donny usai dilantik.

Tiga Institusi di Bawah Gubernur URI

Donny mengungkapkan bahwa akan ada tiga institusi di bawah Gubernur URI, yang juga dinamakan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan. Ketiga institusi tersebut adalah badan pengelola sekolah unggulan, badan pengelola perguruan tinggi, dan lembaga administrasi negara. Lembaga administrasi negara yang sudah ada saat ini akan diintegrasikan dan diperkuat tugasnya. "Nah, lembaga administrasi negara ini yang ada sudah ada saat ini akan diintegrasikan, tapi akan ditambahkan tugas dan fungsinya, akan diperkuat kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," ujar Donny.

Dengan fokus pada STEM dan kedokteran, URI diharapkan menjadi solusi bagi ketertinggalan teknologi dan kekurangan tenaga medis di Indonesia, sekaligus mencetak pemimpin masa depan yang kompeten.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga