Dukcapil Ungkap Nama Unik Penduduk: Hakim hingga Presiden
Dukcapil Ungkap Nama Unik: Hakim hingga Presiden

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis data kependudukan bersih (DKB) Semester I 2026 yang mengungkap beragam nama unik warga negara Indonesia. Berdasarkan data tersebut, banyak orang tua yang terinspirasi dari profesi, jabatan, negara, hingga warna dalam memberikan nama untuk anak-anak mereka. Fakta ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, dalam konferensi pers pada Senin (3/8).

Nama Terinspirasi Profesi dan Jabatan

Teguh Setyabudi memaparkan bahwa profesi atau jabatan menjadi salah satu inspirasi paling umum bagi orang tua di Indonesia. Nama "Hakim" menjadi yang paling populer, dengan jumlah mencapai 306.569 penduduk. Menurut Teguh, pemberian nama tersebut tidak semata-mata karena profesi, melainkan juga mengandung harapan agar anaknya menjadi pribadi yang adil dan bijaksana.

"Atas dasar jabatan. Banyak yang beri nama Hakim. Saya pikir orang ngasih nama hakim tidak semata-mata hakim karena jabatan, tapi harapannya adalah hakim kan ada juga. Termasuk dari nama yang diagungkan. Ada 300.000 lebih, hakim," ujar Teguh dalam rilis tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain Hakim, terdapat berbagai nama lain yang terinspirasi dari profesi, seperti Guru (3.116 penduduk), Jaksa (397 penduduk), Dosen (225 penduduk), Pilot (166 penduduk), Bidan (153 penduduk), Kyai (123 penduduk), Kiai (118 penduduk), dan Ustaz (113 penduduk). Bahkan, ada juga yang menamai anaknya dengan sebutan Presiden (35 penduduk), Pendeta (29 penduduk), dan Nahkoda (26 penduduk).

"Juga ada yang namanya Guru, Jaksa, Dosen, Pilot, Bidan. Kemudian juga, Kiai, Ustaz, Jenderal, ada yang namanya jenderal juga, Dokter," tambah Teguh. "Ada juga yang namain anaknya Presiden (35 penduduk). Ada yang nama Presiden. Ada juga Pendeta (29 penduduk), Nahkoda (26 penduduk). Macam-macam ini. Jadi begitu variatif," sambungnya.

Nama Unik dari Negara dan Warna

Tidak hanya profesi, nama-nama yang terinspirasi dari nama negara juga cukup banyak ditemukan. Berdasarkan data Dukcapil, nama "Oman" menjadi yang terbanyak dengan total 28.818 penduduk. Disusul oleh Yunani (12.258 penduduk), Yaman (10.103 penduduk), dan Suriah (7.127 penduduk). Ada juga nama Rusia (2.082 penduduk), Timor (1.622 penduduk), dan Ghana (1.511 penduduk).

"Enggak ada yang nama Amerika di sini. Kemudian ada, Rusia (2.082 penduduk), Timor (1.622 penduduk), Ghana (1.511 penduduk). Ini ada juga yang nama-nama seperti itu," terang Teguh. "Mungkin kenang-kenangan karena orang tuanya bekerja di situ atau gimana. Sekali lagi, masalah nama luar biasa. Itulah kenapa pentingnya nama diatur di dalam dokumen kependudukan kita," tambah dia.

Sementara itu, untuk nama yang berasal dari warna, Dukcapil mencatat bahwa "Nila" menjadi yang terbanyak dengan 62.903 penduduk. Kemudian disusul oleh Jingga (17.533 penduduk), Biru (8.193 penduduk), Magenta (2.637 penduduk), Putih (2.600 penduduk), Emas (2.104 penduduk), Merah (1.093 penduduk), Kuning (1.015 penduduk), dan Pink (818 penduduk).

"Biru (8.193 penduduk) juga. Kemudian juga Magenta (2.637 penduduk). Putih (2.600), Emas (2.104), Merah (1.093), Kuning (1.015), Pink (818), ada semuanya itu. Luar biasa, sangat variatif," pungkas Teguh.

Pentingnya Nama dalam Dokumen Kependudukan

Data ini menunjukkan betapa kayanya variasi nama di Indonesia, yang mencerminkan budaya, harapan, dan kreativitas orang tua. Teguh Setyabudi menekankan bahwa nama memiliki peran penting dalam dokumen kependudukan, karena menjadi identitas resmi setiap warga negara. Oleh karena itu, Dukcapil terus berupaya menjaga akurasi dan ketertiban pencatatan nama di seluruh Indonesia.

Dengan adanya rilis data ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya memberikan nama yang baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta menghargai keberagaman nama yang ada di tanah air.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga