Tautan Pendaftaran Transmigrasi Rp2 Juta/Bulan Hoaks, Awas Phishing
Tautan Transmigrasi Rp2 Juta/Bulan Hoaks

Sebuah tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran program transmigrasi beredar di media sosial. Tautan tersebut menjanjikan peserta mendapatkan bantuan uang bulanan sebesar Rp 2 juta selama lima tahun, serta berbagai fasilitas lainnya. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut dipastikan hoaks dan merupakan modus pencurian data pribadi atau phishing.

Asal Usul Informasi Palsu

Informasi palsu ini pertama kali dibagikan oleh sebuah akun Facebook pada Selasa, 21 Juli 2026. Akun tersebut menyebarkan tautan yang mengarah ke situs yang tidak resmi dan tidak terverifikasi. Banyak warganet yang terkecoh dan mengklik tautan tersebut, berharap bisa mendaftar program transmigrasi yang dijanjikan.

Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran mendalam terhadap tautan tersebut. Hasilnya, tautan itu tidak mengarah ke situs resmi pemerintah, melainkan ke halaman yang dirancang untuk mencuri data pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan data perbankan. Modus seperti ini dikenal sebagai phishing, di mana pelaku mencoba mendapatkan informasi sensitif korban dengan menyamar sebagai entitas terpercaya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan yang beredar di media sosial. Program transmigrasi resmi hanya dapat diakses melalui portal pemerintah yang terpercaya, seperti situs Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Jangan pernah memberikan data pribadi melalui tautan yang tidak jelas asal-usulnya. Jika menemukan informasi serupa, segera laporkan ke pihak berwenang atau lakukan verifikasi melalui kanal resmi.

Dampak Modus Phishing

Phishing dapat menyebabkan kerugian finansial dan penyalahgunaan identitas. Data yang dicuri bisa digunakan untuk berbagai kejahatan, mulai dari penipuan hingga pembobolan rekening bank. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa keaslian tautan sebelum mengkliknya. Pastikan alamat situs menggunakan domain resmi pemerintah (go.id) dan memiliki protokol keamanan HTTPS.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga