Polisi Ungkap 3 Dugaan Penyebab Blackout Sumatera, Bukan Sabotase
Polisi Ungkap 3 Dugaan Penyebab Blackout Sumatera

Bareskrim Polri mengungkap sejumlah dugaan penyebab putusnya kabel transmisi yang mengakibatkan gangguan sistem kelistrikan atau blackout di Sumatera pada Jumat (23/5) lalu. Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menyebutkan hasil investigasi gabungan bersama Puslabfor dan PLN mengindikasikan tiga faktor utama.

Tiga Dugaan Penyebab Blackout

Pertama, faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin. Kedua, faktor panas karena sambungan kabel yang longgar sehingga menimbulkan rongga. Ketiga, faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem. Nunung menjelaskan bahwa gangguan ini menyebabkan ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik, memicu trip pembangkit secara berantai, dan berdampak pada blackout massal di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.

Kondisi Tower Transmisi Masih Baik

Hasil pemeriksaan pada titik awal gangguan menunjukkan kondisi fisik tower transmisi masih dalam keadaan baik tanpa kerusakan signifikan. Keterangan saksi dari masyarakat sekitar lokasi kejadian menyebutkan bahwa sesaat sebelum kejadian terdengar ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tidak Ada Unsur Sabotase

Nunung memastikan tidak ada unsur sabotase atau kesengajaan dalam peristiwa blackout ini. Barang bukti kabel yang ditemukan menunjukkan kerusakan berbentuk serabut, bukan potongan rapi yang biasanya terjadi jika ada sabotase. Ia mengimbau masyarakat tidak terpengaruh berita hoaks yang beredar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga