Kepala BNN: Siapkan Generasi Muda Bebas Narkoba untuk Indonesia Emas 2045
Kepala BNN Siapkan Generasi Muda Bebas Narkoba untuk Indonesia Emas

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa BNN terus berupaya memberantas narkoba untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Berbagai program pemerintah telah digulirkan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang produktif dan berdaya saing.

Ancaman Narkoba di Tengah Bonus Demografi

"Bangsa Indonesia sedang berada dalam fase yang tengah menentukan, kita tengah mempersiapkan generasi yang akan mengisi puncak bonus demografi, dan membawa Indonesia menuju visi besar Indonesia emas 2045. Untuk itu mewujudkan kita membutuhkan SDM yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berkarakter, dan memiliki daya saing yang tinggi," kata Suyudi saat membuka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Pusat Rehabilitasi BNN, Kamis (23/7/2026).

Pemerintah telah membangun berbagai fondasi penting untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia, antara lain program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, sekolah garuda, magang nasional, dan pelatihan vokasi. Namun, narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Namun di tengah ikhtiar besar tersebut, narkotika tetap menjadi salah satu ancaman serius yang dapat merusak kualitas generasi, menghancurkan keluarga, meningkatkan beban sosial dan kesehatan serta melemahkan ketahanan bangsa. Narkotika tidak hanya merampas kesehatan seseorang, narkotika merampas masa depan keluarga, merusak kualitas generasi dan akhirnya mengancam masa depan bangsa," tegasnya.

Data Penyalahgunaan Narkoba: 4,15 Juta Jiwa

Berdasarkan data frekuensi nasional penyalahgunaan narkotika, angka penyalahgunaan saat ini mencapai 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta jiwa. Angka peningkatan tertinggi didominasi oleh remaja usia 15–24 tahun, kelompok yang menjadi tulang punggung pembangunan masa depan.

"Fakta ini menunjukan bahwa persoalan ini masih membutuhkan perhatian serius, kelompok remaja, dan usia muda merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan di saat yang sama pola ancaman juga terus berubah, muncul modus penyeludupan yang semakin kompleks serta penyalahgunaan medium yang dekat dengan gaya hidup anak muda termasuk likuid vape yang dapat disusupi zat berbahaya maupun narkotika," jelas Suyudi.

Langkah Pencegahan BNN: Turnamen hingga Webinar

Dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional, BNN menggelar berbagai kegiatan pencegahan, seperti Turnamen Padel Bersinar di Jakarta dan Bali, kompetisi e-football dan Formula 1 untuk mengarahkan energi generasi muda ke aktivitas positif. BNN juga mengadakan nonton bareng gala premier film Maju serta webinar Sobat Ananda Bersinar di Sumatera Utara untuk menanamkan literasi bahaya narkotika.

"Dari sisi penguatan kelembagaan, juga dilaksanakan bimbingan teknis konvensi hak anak bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memastikan perlindungan anak dari ancaman narkotika, serta bakti sosial donor darah sebagai wujud solidaritas kemanusiaan," pungkas Suyudi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga