Dirjen Bea Cukai Djaka Berharta Rp5,7 Miliar Disentil Kasus Blueray
Dirjen Bea Cukai Djaka Berharta Rp5,7 Miliar

Jakarta -- Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama, kembali menjadi sorotan setelah disebut menerima uang suap sebesar SG$213.600 dalam satu bulan terkait kasus pemberian suap dan fasilitas dari Bos Blueray Cargo, John Field.

Hal itu diungkapkan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang pemeriksaan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC, Orlando Hamonangan, di Pengadilan Negeri Tipikor pada Rabu, 20 Mei 2026.

Tanggapan Bea Cukai

Secara terpisah, Kasubit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menyatakan bahwa DJBC menghormati proses hukum yang diduga melibatkan Djaka. Budi menegaskan bahwa karena perkara ini telah memasuki tahap persidangan, pihaknya akan menghormati dan menjaga independensi pengadilan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Harta Kekayaan Djaka Versi LHKPN

Lalu, berapa harta kekayaan Djaka yang dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi? Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 26 Februari 2026 untuk periode 2025, Djaka memiliki harta sebesar Rp5.702.745.810 atau sekitar Rp5,7 miliar.

Rincian Harta

  • Tanah dan Bangunan: Sebidang tanah dan bangunan serta satu bidang tanah senilai total Rp3.888.760.000. Rinciannya: tanah seluas 2.330 m2 di Tangerang Selatan sebesar Rp2.604.560.000, serta tanah dan bangunan seluas 382 m2/200 m2 di Bogor senilai Rp1.284.200.000.
  • Alat Transportasi: Satu unit mobil Toyota Innova tahun 2021 seharga Rp250.000.000 yang diperoleh dari hasil sendiri.
  • Kas dan Setara Kas: Sebesar Rp1.191.785.810.
  • Harta Lainnya: Senilai Rp442.200.000.
  • Hutang: Tercatat memiliki hutang sebesar Rp70 juta.

Dalam LHKPN-nya, Djaka tidak tercatat memiliki harta bergerak lainnya maupun surat berharga.

Kasus ini terus bergulir di persidangan, dan publik menanti perkembangan lebih lanjut terkait dugaan suap yang menyeret pejabat tinggi di lingkungan Bea Cukai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga