Polisi Bongkar Home Industry Etomidate di PIK, Tangkap WN Singapura
Polisi Bongkar Home Industry Etomidate di PIK, Tangkap WN Singapura

Kepolisian berhasil membongkar praktik home industry yang memproduksi narkotika jenis Etomidate di kawasan perumahan elitis Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Dalam penggerebekan tersebut, seorang warga negara (WN) Singapura berinisial LHM (34) ditangkap petugas.

Operasi Gabungan Polresta Bandara dan Bea Cukai

Operasi bersama antara Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai Bandara Soetta Tangerang ini berhasil mengamankan ribuan unit cartridge pods siap edar. Selain itu, petugas juga menyita perlengkapan produksi yang didesain menyerupai laboratorium mini (mini lab). Tersangka LHM diketahui memiliki peran krusial sebagai peracik atau 'koki' dari produk narkotika tersebut.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana menyatakan, "Untuk tersangka sementara ini kita amankan satu orang warga negara asing, yaitu dari Singapura, bersama dengan ribuan barang bukti." Pengungkapan kasus ini bermula dari kejelian petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta yang berhasil menggagalkan penyelundupan paket kiriman berisi dua botol bahan baku Etomidate cair dengan berat 2.200 gram asal Malaysia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengembangan dari Penyelundupan Bahan Baku

Berdasarkan temuan tersebut, petugas gabungan langsung melakukan pengembangan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengendus lokasi rumah produksi di kawasan PIK. "Di TKP perumahan tersebut, kami menemukan ribuan cartridge yang sudah siap untuk dilakukan produksi secara massal," ujar Wisnu.

Aktivitas industri rumahan ilegal ini diketahui baru saja beroperasi dan mulai memasukkan cairan narkoba ke dalam wadah cartridge pada Kamis (16/7). Berdasarkan kalkulasi petugas, dari dua liter bahan baku Etomidate yang disita, tersangka mampu memproduksi sekitar 2.000 unit cartridge pods vape siap edar.

Pendalaman dan Penanganan Selanjutnya

Kendati demikian, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif guna memastikan sudah berapa lama praktik ilegal jaringan internasional ini berjalan dan berapa banyak barang haram yang telah lolos beredar di masyarakat. "Kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut di lapangan. Informasi lebih rinci dan menyeluruh akan kami sampaikan dalam konferensi pers dalam waktu dekat," tutur Wisnu.

Saat ini, WN Singapura tersebut beserta seluruh barang bukti berupa cairan Etomidate dan alat-alat produksi telah dibawa ke markas kepolisian. Sementara itu, rumah mewah yang dijadikan sebagai tempat operasional pabrik narkoba ini telah dipasang garis polisi dan disegel oleh petugas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga