Tahun 2025 meninggalkan angka yang menyesakkan. Sekitar 60.000 calon mahasiswa yang lulus seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memilih tidak mendaftar ulang. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tidak memungkiri bahwa biaya pendidikan menjadi salah satu kendala utamanya.
Minat Tinggi di Hulu, Keropos di Hilir
Data awal untuk potensi mahasiswa baru 2026 memberi sinyal ganda. Di hulu, minat tetap tinggi. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 diikuti 806.242 siswa yang memperebutkan 189.017 kursi di 146 PTN (Kemdiktisaintek, 2026). Sementara pendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) naik menjadi 871.496 orang.
Namun di hilir, gejala keropos mulai tampak. Dari daya tampung SNBT 2026 sebesar 286.864 kursi, hanya 256.369 yang terisi, yakni lebih dari 30.000 kursi kosong, bahkan sebelum tahap registrasi ulang dimulai (Panitia SNPMB, 2026).
Biaya Pendidikan Jadi Penghalang Utama
Panitia SNPMB mencatat bahwa biaya pendidikan menjadi salah satu kendala utama yang menyebabkan calon mahasiswa tidak mendaftar ulang. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan perguruan tinggi untuk mencari solusi agar angka putus kuliah tidak semakin tinggi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun minat untuk melanjutkan pendidikan ke PTN masih tinggi, faktor ekonomi menjadi penghalang signifikan bagi banyak calon mahasiswa. Diperlukan kebijakan yang lebih inklusif, seperti perluasan beasiswa dan penyesuaian biaya kuliah, untuk memastikan akses pendidikan tinggi yang merata.



