Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan izin kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta untuk menonton pertandingan final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin dini hari. Pramono menegaskan bahwa menonton diperbolehkan selama tidak mengganggu tugas dan pekerjaan.
"Kalau kemudian ada ASN Jakarta yang nonton, ya monggo-monggo saja, yang penting kerjanya jangan kemudian berkurang, walaupun ini pertandingannya di dini hari," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Nobar di Jakarta International Stadium
Pramono mengaku akan ikut serta dalam acara nonton bareng (nobar) yang direncanakan digelar di Jakarta International Stadium (JIS). Menurutnya, Piala Dunia merupakan momen yang hanya terjadi setiap empat tahun sekali, sehingga wajar jika banyak yang ingin menyaksikannya.
"Tetapi saya termasuk nanti ada di JIS yang rencana nonton bareng. Menurut saya ya monggo-monggo saja, ini kan 4 tahun sekali lah, 4 tahun sekali. Sehingga dengan demikian, sekali lagi teman-teman sekalian, momentum ini tentunya kegembiraan ini monggo-monggo saja," ujarnya.
Pramono Jagokan Argentina
Pramono juga menyatakan dukungannya kepada timnas Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026. Ia mengaku awalnya menjagokan Brasil, namun tim samba tersebut sudah tersingkir lebih awal. Kini ia konsisten mendukung Argentina yang akan berhadapan dengan Spanyol.
"Saya di awal jago nomor satunya itu Brasil, jago nomor duanya adalah Argentina, jago ketiganya adalah Prancis. Nah, sekarang ini yang masuk adalah Argentina melawan Spanyol. Tentunya saya akan tetap konsisten dengan Argentina," ujarnya.
Kekaguman pada Messi dan Lamine Yamal
Pramono mengaku kagum dengan penampilan Argentina saat mengalahkan Inggris di semifinal. Ia menilai Lionel Messi menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Selain itu, ia juga menyoroti keistimewaan final kali ini karena kehadiran pemain muda Spanyol, Lamine Yamal, yang pernah dimandikan oleh Messi saat masih bayi.
"Tetapi ini juga ada sejarah bahwa di Spanyol itu ada Yamal yang dulu pernah dimandiin Messi. Jadi, cerita tentang final bola kali ini sangat epik sekali," ujarnya.
Dengan demikian, Pramono berharap pertandingan final nanti berjalan seru dan menjadi tontonan yang menghibur bagi seluruh masyarakat Jakarta.



