Pemerintah masih dalam tahap pengecekan lokasi lahan untuk pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi hal tersebut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026).
Mensesneg Belum Bocorkan Lokasi
Prasetyo belum bersedia mengungkapkan daerah mana yang akan menjadi lokasi pembangunan URI. "Masih dicek lahannya," ujarnya singkat. Ia juga belum memberikan rincian mengenai pembangunan maupun administrasi kampus, dan meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses pembangunan. "Ditunggu pembangunannya," tambahnya.
Presiden Prabowo Lantik Gubernur URI
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur URI pada Rabu (22/7/2026) di Istana Negara, Jakarta. Donny Ermawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Bais TNI, menyatakan bahwa pembentukan URI merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia.
"Bapak Presiden sangat concern terhadap pengembangan sumber daya manusia, terutama untuk menyiapkan pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, beliau ingin memperkuat pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga pendidikan pemerintahan," kata Donny.
Fokus pada STEM dan Kedokteran
URI direncanakan akan fokus pada pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) serta kedokteran. Hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo agar Indonesia mampu menguasai teknologi sendiri dan meningkatkan jumlah dokter di tanah air. Model pendidikan URI disebut terinspirasi dari École Prancis, yang dikenal dengan pendekatan interdisipliner dan riset yang kuat.
Dengan pembentukan URI, pemerintah berharap dapat menciptakan institusi pendidikan tinggi yang mampu bersaing secara global dan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang unggul di berbagai bidang.



