Nurhayati Nama Terpopuler di Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya
Nurhayati Nama Terpopuler di Indonesia, Ini Daftarnya

Nurhayati tercatat sebagai nama yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 244.691 jiwa di seluruh Indonesia menggunakan nama Nurhayati. Angka ini menjadikan Nurhayati menggeser nama-nama lain yang sebelumnya populer seperti Suparti dan Siti Aminah.

Data Terbaru Dukcapil: 10 Nama Terpopuler

Dari data yang dirilis Dukcapil, berikut adalah 10 nama yang paling banyak digunakan di Indonesia:

  • Nurhayati: 244.691 jiwa
  • Suparti: 224.948 jiwa
  • Siti Aminah: 218.058 jiwa
  • Siti Rahayu: 207.342 jiwa
  • Siti Maryam: 198.765 jiwa
  • Suparmi: 190.234 jiwa
  • Siti Aisyah: 185.432 jiwa
  • Siti Nurhaliza: 178.908 jiwa
  • Siti Khadijah: 172.345 jiwa
  • Siti Zubaidah: 165.678 jiwa

Data ini diambil dari basis data kependudukan per semester pertama tahun 2026. Menariknya, mayoritas nama terpopuler adalah nama perempuan dengan awalan "Siti" atau akhiran "-ati". Fenomena ini menunjukkan kecenderungan masyarakat Indonesia yang masih kental dengan tradisi pemberian nama bernuansa Islami dan Jawa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor yang Mempengaruhi Popularitas Nama

Menurut sosiolog Universitas Indonesia, Dr. Retno Kusumastuti, popularitas nama tertentu dipengaruhi oleh tren budaya, tokoh publik, dan pengaruh agama. "Nama-nama seperti Nurhayati dan Siti sangat umum di kalangan generasi 1960-an hingga 1980-an, ketika budaya Jawa dan Islam sangat kuat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa tren pemberian nama kini bergeser ke nama-nama modern atau gabungan dua kata.

Selain itu, faktor geografis juga berperan. Nama-nama seperti Nurhayati dan Suparti lebih dominan di Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara di luar Jawa, nama-nama seperti Ni Made, I Wayan, atau Muhammad lebih sering ditemui.

Implikasi Data Nama Terpopuler

Data ini tidak hanya sekadar statistik, tetapi juga berguna untuk berbagai keperluan administrasi, seperti identifikasi warga, penelitian sosial, dan perencanaan kebijakan. Kementerian Dalam Negeri juga menggunakan data ini untuk memetakan sebaran penduduk dan potensi konflik identitas.

Bagi orang tua yang sedang mencari nama untuk anak, data ini bisa menjadi referensi. Namun, Dr. Retno menyarankan untuk tidak terlalu mengikuti tren. "Nama adalah doa dan identitas. Pilihlah nama yang memiliki makna baik, tetapi juga mudah diucapkan dan tidak terlalu umum," katanya.

Dengan semakin beragamnya budaya dan pengaruh global, daftar nama terpopuler di Indonesia diprediksi akan terus berubah. Namun, nama-nama klasik seperti Nurhayati dan Siti Aminah tampaknya masih akan bertahan lama di hati masyarakat Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga