Kekeringan Ekstrem: 20 Desa di Tangerang Krisis Air Bersih, Warga Andalkan Bantuan
20 Desa di Tangerang Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan Ekstrem

Kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Tangerang, Banten, menyebabkan krisis air bersih semakin meluas. Hingga Kamis (30/7), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 20 desa di 10 kecamatan terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Warga di sejumlah wilayah kini hanya mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci.

Ratusan Warga Padati Distribusi Air Bersih

Di Kecamatan Panongan, ratusan warga memadati lokasi distribusi bantuan air bersih yang disalurkan PMI Kabupaten Tangerang. Mereka datang membawa berbagai wadah, seperti galon bekas air mineral, ember, hingga tong berukuran besar untuk menampung air.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Warga mengaku sudah hampir tiga bulan mengalami kesulitan air bersih akibat sumur bor dan sumur timba di permukiman mereka mengering. Selama itu, mereka harus berjalan hingga sekitar satu kilometer untuk mengambil air, sementara untuk kebutuhan memasak dan minum terpaksa membeli air galon.

"Sudah hampir tiga bulan sumur kering. Untuk mandi, cuci piring, dan cuci baju kami ambil air dari sumur tua yang jaraknya sekitar satu kilometer. Kalau untuk masak harus beli air galon, seminggu bisa empat galon. Alhamdulillah sekarang ada bantuan air bersih," kata warga, Siti Suhaeriyah.

PMI Kerahkan Mobil Tangki, Distribusi Capai 200 Ribu Liter

Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Tangerang, Deden Umardani, mengatakan dampak kemarau ekstrem terus meluas. Saat ini, sedikitnya 20 desa di 10 kecamatan mengalami krisis air bersih.

Menurut Deden, PMI mengerahkan sejumlah mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Volume distribusi bergantung pada jarak lokasi pengambilan air.

"Rata-rata distribusi sekitar 10 ribu liter per hari untuk titik yang jauh. Jika lokasi pengambilan air lebih dekat, distribusi bisa mencapai 20 ribu liter per hari. Total air bersih yang telah disalurkan hampir mencapai 200 ribu liter," ujar Deden.

PMI juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memastikan ketersediaan sumber air dan memperluas distribusi bantuan ke wilayah yang membutuhkan.

Potensi Kekeringan Meluas, Warga Diimbau Hemat Air

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, lebih dari 20 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau ekstrem tahun ini.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan melaporkan wilayah yang mengalami kesulitan air bersih agar segera mendapat penanganan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga