Permendikdasmen 2025 Wajibkan Pramuka di Sekolah, Bagaimana Buatnya Menarik?
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025, seluruh sekolah di Indonesia kini diwajibkan untuk mengadakan kegiatan pramuka sebagai bagian dari kurikulum pendidikan. Namun, dalam praktiknya, banyak siswa seringkali merasa bahwa kegiatan pramuka kurang menarik dan membosankan bagi mereka. Lalu, bagaimana cara menciptakan program pramuka yang tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga mampu menarik minat dan menyenangkan bagi para peserta didik?
Penekanan pada Nilai-Nilai Kepramukaan
Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pengelola Sekolah (BPS) Labschool Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Dr. Totok Bintoro, M.Pd., memberikan pandangannya. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh UNJ pada Senin, 16 Februari 2026, Prof. Totok menekankan bahwa setiap program pramuka harus mengutamakan nilai-nilai inti dalam kepramukaan.
"Pentingnya kolaborasi, integritas, dan semangat kebersamaan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing," ujar Prof. Totok, seperti dilansir dari rilis resmi UNJ. Ia menambahkan bahwa dengan menonjolkan aspek-aspek tersebut, kegiatan pramuka dapat menjadi lebih relevan dan engaging bagi siswa.
Strategi untuk Meningkatkan Daya Tarik Pramuka
Untuk mengatasi tantangan kurangnya minat siswa, beberapa strategi dapat diterapkan oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia:
- Integrasi dengan Teknologi: Memanfaatkan aplikasi atau platform digital untuk merancang aktivitas pramuka yang interaktif dan modern.
- Pendekatan Berbasis Proyek: Mengembangkan kegiatan yang melibatkan siswa dalam proyek nyata, seperti kampanye lingkungan atau bakti sosial, untuk memperkuat nilai kolaborasi.
- Pelatihan Guru dan Pembina: Meningkatkan kapasitas pendidik dalam merancang dan memimpin kegiatan pramuka yang kreatif dan menyenangkan.
- Evaluasi Berkelanjutan: Melakukan survei rutin kepada siswa untuk mendapatkan umpan balik dan menyesuaikan program sesuai dengan minat mereka.
Dengan implementasi yang tepat, kewajiban pramuka di sekolah tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga dapat berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter dan kompetensi siswa di era globalisasi.