Hari Tanpa Bayangan Akan Terjadi Pekan Depan, Ini Tanggal dan Lokasinya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa fenomena hari tanpa bayangan akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada akhir Februari 2026 mendatang. Fenomena alam ini, yang dikenal sebagai kulminasi utama, terjadi ketika matahari tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit.
"Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang' karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," jelas BMKG dalam keterangan resminya pada Minggu (15/2/2026).
Penyebab Terjadinya Hari Tanpa Bayangan
BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi. Hal ini menyebabkan posisi matahari dari bumi terlihat terus berubah sepanjang tahun.
"Pada tahun ini, matahari tepat berada di atas Kota Pontianak pada 20 Maret 2026 pukul 11.50 WIB dan 23 September 2026 pukul 11.35 WIB. Adapun pada 21 Juni 2026 pukul 15.25 WIB matahari berada di titik balik utara dan pada 22 Desember 2026 pukul 03.49 WIB matahari berada di titik balik selatan," tambah BMKG.
Jadwal Hari Tanpa Bayangan di Seluruh Indonesia
Posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator menyebabkan kulminasi utama di wilayah Indonesia terjadi dua kali dalam setahun. Waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa. Secara umum, kulminasi utama tahun 2026 di Indonesia terjadi antara 21 Februari 2026 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 5 April 2026 di Sabang, Aceh dan 7 September 2026 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2026 di Baa, Nusa Tenggara Timur.
Berikut adalah jadwal lengkap hari tanpa bayangan di berbagai kota di Indonesia:
- Banda Aceh: 4 April 2026 pukul 12.41.46 WIB
- Medan: 29 Maret 2026 pukul 12.30.04 WIB
- Padang: 18 Maret 2026 pukul 12.26.39 WIB
- Pekanbaru: 21 Maret 2026 pukul 12.21.08 WIB
- Bengkulu: 11 Maret 2026 pukul 12.21.00 WIB
- Jambi: 16 Maret 2026 pukul 12.14.15 WIB
- Tanjung Pinang: 23 Maret 2026 pukul 12.08.52 WIB
- Palembang: 13 Maret 2026 pukul 12.10.28 WIB
- Bandar Lampung: 7 Maret 2026 pukul 12.10.00 WIB
- Pangkal Pinang: 15 Maret 2026 pukul 12.04.31 WIB
- Serang: 5 Maret 2026 pukul 12.06.53 WIB
- Jakarta Pusat: 5 Maret 2026 pukul 12.04.11 WIB
- Bandung: 3 Maret 2026 pukul 12.01.31 WIB
- Semarang: 3 Maret 2026 pukul 11.50.10 WIB
- Yogyakarta: 28 Februari 2026 pukul 11.51.04 WIB
- Surabaya: 2 Maret 2026 pukul 11.41.18 WIB
- Pontianak: 20 Maret 2026 pukul 11.50.11 WIB
- Palangka Raya: 15 Maret 2026 pukul 11.33.24 WIB
- Banjarbaru: 12 Maret 2026 pukul 12.30.29 WITA
- Samarinda: 19 Maret 2026 pukul 12.19.21 WITA
- Tanjungselor: 28 Maret 2026 pukul 12.15.41 WITA
- Denpasar: 26 Februari 2026 pukul 12.32.03 WITA
- Mataram: 26 Februari 2026 pukul 12.28.30 WITA
- Kupang: 22 Februari 2026 pukul 11.59.10 WITA
- Mamuju: 14 Maret 2026 pukul 12.13.42 WITA
- Makassar: 7 Maret 2026 pukul 12.13.23 WITA
- Palu: 18 Maret 2026 pukul 12.08.42 WITA
- Kendari: 10 Maret 2026 pukul 12.00.15 WITA
- Gorontalo: 22 Maret 2026 pukul 11.54.42 WITA
- Manado: 24 Maret 2026 pukul 11.46.59 WITA
- Sofifi: 22 Maret 2026 pukul 12.36.43 WIT
- Ambon: 11 Maret 2026 pukul 12.37.21 WIT
- Sorong: 18 Maret 2026 pukul 12.23.00 WIT
- Manokwari: 18 Maret 2026 pukul 12.11.50 WIT
- Jayapura: 14 Maret 2026 pukul 11.46.28 WIT
- Nabire: 12 Maret 2026 pukul 12.07.49 WIT
- Wamena: 10 Maret 2026 pukul 11.54.33 WIT
- Merauke: 27 Februari 2026 pukul 11.51.08 WIT
Fenomena ini menjadi momen menarik untuk diamati oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang tertarik dengan astronomi. Pastikan untuk mencatat tanggal dan waktu di kota Anda agar tidak melewatkan kesempatan langka ini.