249 Mahasiswa STIK Diterjunkan ke Aceh Timur untuk Bantu Korban Banjir
Mahasiswa STIK Bantu Korban Banjir Aceh Timur

249 Mahasiswa STIK Diterjunkan ke Aceh Timur untuk Bantu Korban Banjir

Sebanyak 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) telah diterjunkan ke wilayah terdampak bencana banjir di Aceh Timur, Aceh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi langsung dari perintah Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar jajaran kepolisian hadir membantu masyarakat di daerah terisolasi akibat bencana alam.

Gerakan Cepat di Lapangan

Kombes Pol Firdaus, perwira pendamping dalam operasi kemanusiaan ini, mengungkapkan bahwa mahasiswa STIK langsung bergerak ke lapangan meski belum genap 24 jam tiba di lokasi. "Mereka turun tangan tanpa menunggu waktu lama, menunjukkan komitmen nyata dalam membantu sesama," kata Firdaus dalam keterangannya pada Senin, 9 Februari 2026.

Dari total 249 personel yang diterjunkan, sebanyak 21 mahasiswa STIK Angkatan ke-83 dikhususkan untuk wilayah Aceh Timur. Mereka didampingi langsung oleh Kombes Pol Firdaus yang memastikan semua kegiatan berjalan terukur dan tepat sasaran.

Rangkaian Kegiatan Pemulihan Pascabencana

Fokus utama misi kemanusiaan ini adalah membantu pemulihan masyarakat pascabencana secara menyeluruh. Berbagai program telah dilaksanakan, meliputi:

  • Pelayanan pengobatan gratis bagi warga terdampak
  • Pembuatan sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih
  • Penyaluran bantuan sosial secara langsung
  • Kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan
  • Program bakti religi untuk ketenangan spiritual

"Ini bukan sekadar formalitas, melainkan misi kemanusiaan yang dijalankan secara nyata dan terukur selama satu bulan penuh," tegas Firdaus menegaskan keseriusan operasi ini.

Pemulihan Fisik dan Psikologis

Selain pemulihan infrastruktur dan kebutuhan dasar, tim STIK juga memberikan perhatian khusus pada aspek psikologis korban bencana. Program trauma healing dijalankan secara intensif, terutama untuk anak-anak dan kelompok rentan yang paling terdampak secara emosional.

"Pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga soal kemanusiaan. Kami berusaha memulihkan kondisi psikologis warga agar bisa kembali beraktivitas normal," jelas Firdaus mengenai pendekatan holistik yang diterapkan.

Wujud Empati dan Kehadiran Negara

Iptu Aldwi Ashary, salah seorang mahasiswa STIK yang terlibat, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud empati dan pengabdian kepada masyarakat. "Ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana," ujarnya.

Pendapat senada disampaikan Iptu Bima Praelja yang menekankan bahwa kehadiran mahasiswa STIK di Aceh Timur diharapkan dapat meringankan beban warga. "Kami hadir sebagai representasi kehadiran negara bersama masyarakat. Kami membantu semampu kami melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pendampingan bagi warga terdampak," tuturnya.

Operasi kemanusiaan selama satu bulan penuh ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjalankan peran sosial di samping tugas pokoknya. Dengan pendekatan yang terukur dan menyentuh berbagai aspek kebutuhan korban, diharapkan pemulihan pascabencana di Aceh Timur dapat berjalan lebih cepat dan komprehensif.