Hasil Olah TKP Ungkap Detail Penembakan Pesawat Smart Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata
Brigjen Pol Faizal Rahmadani, selaku Kaops Satgas Damai Cartenz, secara resmi membeberkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden penembakan terhadap pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Karowai. Penembakan ini diduga dilakukan oleh sekitar 20 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang menimbulkan kekacauan dan memaksa penumpang serta kru untuk menyelamatkan diri.
Kronologi Insiden dan Temuan Penting di TKP
Menurut laporan yang dirilis, insiden terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026, saat pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR hendak melanjutkan penerbangan dari Lapangan Terbang Koroway Batu menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo. Brigjen Pol Faizal menjelaskan bahwa para anggota KKB tiba-tiba muncul dari penginapan di pinggir lapangan terbang dan mulai menembaki pesawat. Saksi mengungkapkan bahwa penembakan berawal saat pilot sedang menghidupkan mesin, sehingga penumpang dan kru terpaksa turun untuk berlindung.
Dalam olah TKP, tim investigasi menemukan 13 titik bekas tembakan di badan pesawat yang naas tersebut. Selain itu, terdapat 23 penomoran yang dicatat sebagai bagian dari proses dokumentasi. Temuan ini mengonfirmasi intensitas serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut.
Identifikasi Pelaku dan Dampak Tragis
Brigjen Pol Faizal mengidentifikasi pelaku penyerangan sebagai kelompok KKB Kanibal dan Semut Merah yang dipimpin oleh Elkius Kobak dari Yahukimo. Para saksi menyatakan tidak mengenal para pelaku dan menduga mereka bukan penduduk lokal Korowai, yang menambah kompleksitas investigasi. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa setelah penembakan awal, KKB mengejar dan menembaki kedua kru pesawat hingga tewas. Jenazah kru tersebut telah dimakamkan di kota masing-masing, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas.
Respons Hukum dan Upaya Penegakan
Satgas Damai Cartenz saat ini tengah melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku insiden ini. Brigjen Pol Faizal menegaskan komitmen untuk menindak tegas kelompok KKB yang terlibat, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Insiden ini menyoroti tantangan keamanan di wilayah Papua dan pentingnya pengawasan ketat di area bandara serta lapangan terbang. Investigasi lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap motif dan jaringan di balik serangan ini, dengan harapan dapat membawa keadilan bagi korban dan mencegah eskalasi kekerasan.