BPS Tegaskan Rekrutmen Mitra Statistik 2025/2026 di Media Sosial Adalah Hoaks
Rekrutmen Mitra Statistik BPS 2025/2026 di Medsos Hoaks

BPS Tegaskan Rekrutmen Mitra Statistik 2025/2026 di Media Sosial Adalah Hoaks

Di tengah maraknya informasi yang beredar di platform digital, Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan klarifikasi resmi terkait unggahan yang mengklaim membuka rekrutmen mitra statistik untuk periode 2025/2026. Berdasarkan penelusuran mendalam yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut telah dikonfirmasi sebagai hoaks atau berita palsu yang tidak memiliki dasar kebenaran.

Narasi yang Menyesatkan di Media Sosial

Unggahan yang beredar luas di media sosial, khususnya melalui beberapa akun Facebook, menyertakan tautan yang diklaim sebagai portal pendaftaran resmi untuk menjadi mitra statistik BPS. Narasi ini menyebar dengan cepat, menargetkan individu yang mungkin tertarik dengan peluang kerja sama dalam bidang statistik nasional. Namun, setelah investigasi seksama, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut, dan BPS sendiri telah menyangkal keabsahan informasi ini.

Penting untuk dicatat bahwa BPS sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas data statistik di Indonesia, selalu mengikuti prosedur resmi dalam setiap proses rekrutmen atau kerja sama. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui saluran komunikasi resmi BPS, seperti situs web atau akun media sosial yang terverifikasi, guna menghindari penipuan dan penyebaran berita palsu.

Dampak dan Langkah Pencegahan

Penyebaran hoaks semacam ini tidak hanya menimbulkan kebingungan di kalangan publik, tetapi juga berpotensi merugikan pihak-pihak yang mungkin tertipu oleh tawaran palsu tersebut. Untuk mencegah hal ini, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  • Selalu periksa sumber informasi, pastikan berasal dari akun atau situs resmi BPS.
  • Hindari mengklik tautan yang mencurigakan atau tidak jelas asal-usulnya.
  • Laporkan unggahan hoaks kepada platform media sosial untuk membantu membersihkan ruang digital dari konten menyesatkan.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya literasi digital, diharapkan masyarakat dapat lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang berkaitan dengan institusi pemerintah seperti BPS. Kehati-hatian dan verifikasi adalah kunci untuk melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan di era digital ini.