Ikon Pesut Mahakam Dibangun dengan Anggaran Rp 350 Ribu dari Bahan Bekas
Ikon Pesut Mahakam Dibangun Rp 350 Ribu dari Bahan Bekas

Ikon Pesut Mahakam Dibangun dengan Anggaran Rp 350 Ribu dari Bahan Bekas

Patung Pesut Mahakam di Desa Muara Muntai Ulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi viral di media sosial. Keunikan patung ini bukan terletak pada biaya pembuatan yang fantastis, melainkan justru pada kesederhanaannya dengan anggaran hanya Rp 350 ribu.

Proses Pembuatan yang Sederhana dan Kreatif

Kepala Desa Muara Muntai Ulu, Husain Ahmad, menjelaskan bahwa pembuatan ikon yang dikenal sebagai Pesut Mahakam Lestari Muara Muntai ini tidak menggunakan dana khusus atau proyek besar. Material yang digunakan seperti semen, pasir, kawat, dan cat deko merupakan sisa bahan dari pembangunan pelataran Masjid Besar Asysyakirin.

"Untuk pembuatan ikon Pesut ini tidak memakai anggaran dana khusus, melainkan memanfaatkan bahan-bahan bekas dari sisa pembangunan pelantaran Masjid Besar Asysyakirin, hanya pompa air yang kita beli, harganya sekitar 350 ribu rupiah," kata Husain saat dihubungi.

Satu-satunya komponen baru yang dibeli hanyalah mesin pompa air seharga Rp 350 ribu, yang dibeli menggunakan uang pribadi. Patung tersebut berdiri di area terbuka dekat Masjid Besar Asy-Syakirin, mudah terlihat oleh warga dan jamaah.

Inspirasi dari Kuli Bangunan Lokal

Ikon Pesut Mahakam ini bermula dari gagasan sederhana Joko Saptono, seorang kuli tukang sekaligus seniman lokal. Joko terinspirasi oleh Sungai Mahakam, habitat alami pesut yang sering melintas di wilayah tersebut.

Di sela waktu istirahat kerjanya, dia mulai berkreasi membentuk patung menggunakan bahan sisa seperti potongan styrofoam, busa, kawat, semen, pasir, dan cat deko. Patung menampilkan sosok pesut dengan pose seolah muncul ke permukaan air, dengan mulut terbuka mengeluarkan air mancur kecil saat pompa dinyalakan.

Menjadi Kebanggaan Warga dan Potensi Wisata

Viralnya ikon Pesut Mahakam di media sosial ternyata di luar perkiraan Husain Ahmad. Keberadaan patung tersebut kini menjadi magnet kecil di desa, dengan warga lokal rutin datang untuk melihat atau berswafoto.

Respons masyarakat sangat positif, dengan warga merasa bangga karena Muara Muntai kini memiliki ikon yang memberi identitas baru. Husain menyatakan bahwa ikon ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Kecamatan Muara Muntai.

Rencana Pengembangan ke Depan

Pemerintah desa berencana menyempurnakan desain monumen tersebut agar lebih representatif. Mereka juga mulai memikirkan langkah antisipasi jika kunjungan meningkat, termasuk berkoordinasi dengan IRMA (Ikatan Remaja Masjid) dan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa).

Husain menilai viralnya ikon Pesut memberikan dampak positif bagi citra desa, kabupaten, dan provinsi. "Alhamdulillah sangat berdampak sekali bagi desa kami dan tentunya bagi Kabupaten Kukar serta Provinsi Kaltim karena sesuai dengan alam sungai Mahakam," pungkasnya.

Ikon Pesut Mahakam Lestari Muara Muntai tidak hanya menjadi simbol kreativitas dengan anggaran terbatas, tetapi juga ajakan untuk menjaga kelestarian alam agar pesut sebagai satwa endemik Kalimantan Timur tidak punah.