Anisa Florensa, seorang menantu di Pekanbaru, Riau, melakukan aksi keji dengan membunuh mertuanya sendiri, Dumaris Deni Wati Boru Sitio (60). Ia menggunakan sandiwara dengan berpura-pura bertamu dan bersalaman untuk menghilangkan kecurigaan korban.
Kronologi Kejadian
Dirkrimum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, dalam konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru pada Minggu (3/5/2026) mengungkapkan bahwa rekaman CCTV menunjukkan Anisa datang ke rumah korban ditemani temannya, Lisbet. Korban yang sedang berada di kamar kemudian keluar dan membukakan pintu. Dumaris menyambut menantunya itu dan Anisa masuk ke ruang tengah setelah menyalami mertuanya.
Percakapan Sebelum Eksekusi
Kombes Hasyim menjelaskan bahwa korban sempat heran karena menantunya tiba-tiba datang setelah lama meninggalkan rumah. Diketahui, Anisa menikah dengan Arnold, putra pertama Dumaris, namun ia tidak pernah tinggal dan meninggalkan rumah tersebut pada tahun 2023 setelah satu tahun pernikahan.
"(AF) berpura-pura berkomunikasi. Kemudian korban bertanya, 'Sudah lama kamu tak ke sini? Tumben kamu ke sini,'" ucap Hasyim menirukan percakapan korban.
Eksekutor Pura-pura Sopir Online
Di tengah perbincangan, tersangka Slamet (SL) datang dan berpura-pura menjadi sopir taksi online yang hendak menagih ongkos menantu. "Saya sopir Grab, anak ibu pesan Grab tidak bayar. Korban mengatakan bahwa, 'Saya tak pernah menggunakan Grab, yang menggunakan orang lain. Berapa saya harus bayar,'" ujar Hasyim.
Namun, Slamet tiba-tiba memukulkan kayu balok ke arah korban berkali-kali hingga korban terkulai dan tidak sadarkan diri. Setelah itu, Slamet merusak kamera CCTV dan para pelaku kabur membawa sejumlah harta korban.
Penangkapan Pelaku
Tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru bergerak cepat dan berhasil menangkap keempat pelaku di Aceh dan Sumatera Utara pada tanggal 30 April dan 1 Mei 2026.



