Pria Tangerang Dipaksa Onani dan Direkam Bos, Video Disebar untuk Ancaman
Pria Tangerang Dipaksa Onani, Video Disebar Bos untuk Ancaman

Kasus penganiayaan dan pelecehan seksual yang menimpa seorang pria bernama Perubahan Gulo di Kabupaten Tangerang mencuat setelah video korban dalam kondisi babak belur dan diduga dipaksa masturbasi beredar luas. Video tersebut direkam oleh bos korban dan disebarkan melalui aplikasi WhatsApp untuk mengancam korban serta keluarganya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu terjadi di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (28/7) lalu. Kuasa hukum korban, Risman Harefa, mengungkapkan bahwa yang merekam video adalah bos korban, dan video tersebut kemudian diteruskan oleh adik bos kepada orang-orang terdekat korban. "Yang merekam itu bosnya dan diteruskan oleh adeknya bos ke orang-orang. Hingga kini para pelaku telah melarikan diri," kata Risman saat dihubungi, Rabu (5/8/2026).

Video itu, menurut Risman, disebarkan melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA) dengan tujuan mengancam korban dan keluarganya. "Iya, itu ancaman buat korban dan keluarganya. Mereka mengalami tekanan psikologis yang luar biasa hingga sampai hari ini korban dan keluarganya takut keluar rumah karena pelaku belum ditangkap polisi," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Motif Penganiayaan

Perubahan Gulo menjadi korban penganiayaan dan dipaksa onani oleh rekan kerjanya karena ingin keluar (resign) dari tempat kerjanya. Korban baru bekerja selama empat hari di sebuah koperasi simpan pinjam atau bank keliling di Panongan. Pada hari kejadian, korban sempat menemui bosnya untuk menyampaikan niatnya mengundurkan diri.

"Klien kami ini bekerja di unit usaha koperasi atau bank keliling di Panongan. Lalu kemudian karena dia merasa usaha tersebut tidak benar, akhirnya dia mengundurkan diri dan menyampaikan kepada bosnya," kata Risman, Senin (4/8).

Namun, bosnya tidak menyetujui permintaan tersebut dan menahan korban agar tidak pulang. "Namun pada saat itu bosnya tidak langsung menerima, melainkan orangnya ditahan dulu untuk menunggu karyawan lain sambil mereka minum-minuman keras," ungkap Risman.

Penganiayaan Berlangsung Lebih dari 5 Jam

Korban kemudian dianiaya dan dikeroyok oleh para pelaku yang dalam kondisi mabuk. Penganiayaan itu berlangsung lebih dari lima jam hingga Rabu (29/7) sekitar pukul 04.30 WIB. Tak hanya dianiaya, korban juga sempat dipaksa menonton film porno dan masturbasi.

"Jadi pada saat dia disuruh onani itu, dia dikasih handphone untuk menonton film bokep sambil mereka memvideokan itu, dan video itu sudah tersebar luas," katanya.

Lima Terduga Pelaku Dilaporkan

Atas kejadian ini, korban melalui kuasa hukumnya telah melaporkan lima orang terduga pelaku, termasuk bos berinisial ED. "Ada lima orang terlapor. Jadi penganiayaan ini," ucap Risman.

Hingga berita ini diturunkan, para pelaku masih melarikan diri dan belum ditangkap polisi. Korban dan keluarganya mengalami tekanan psikologis yang luar biasa dan takut keluar rumah. Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan polisi segera menangkap para pelaku untuk memberikan keadilan bagi korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga