PT Transjakarta (TransJ) resmi memberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) seorang pramudi Mikrotrans rute JAK 54 (Grogol-Bendungan Hilir) yang terlibat kecelakaan menabrak pria lanjut usia (lansia) di Jalan Tomang Utara, Jakarta Barat. Keputusan ini diambil setelah melalui proses investigasi internal yang mendalam.
Kronologi dan Sanksi Tegas
Kecelakaan terjadi pada Sabtu, 25 Juli 2026, sekitar pukul 07.55 WIB. Pengemudi armada Mikrotrans milik operator Koperasi Komilet Jaya (KMJ 2104) tersebut awalnya berusaha menyembunyikan kejadian dari pihak operator dan Transjakarta. Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, fakta di lapangan akhirnya terungkap.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf resmi. "Transjakarta memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang melibatkan operator kami. Pramudi yang bersangkutan telah melalui proses investigasi dan dijatuhi sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh pihak operator," ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Proses Penyelesaian dengan Korban
Transjakarta memastikan proses pertanggungjawaban kepada korban, Akiam (81), yang merupakan pengendara sepeda motor, sedang berjalan. "Transjakarta terus mengawal dan memastikan proses penyelesaian antara pihak operator dan korban berjalan dengan baik serta tuntas," tambah Ayu.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang pada tangan dan hidung, serta rasa sakit pada bagian dada. Korban sempat ditolong warga sekitar sebelum dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis.
Imbauan dan Komitmen Transjakarta
Transjakarta mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian atau kendala di lapangan melalui Call Center 1500-102 atau akun media sosial resmi. "Kami berkomitmen untuk langsung merespons dan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Kami mengucapkan terima kasih atas laporan dari masyarakat dan perhatian dari berbagai pihak," tutur Ayu.
Saksi mata di lokasi menyebutkan armada Mikrotrans melaju dengan kecepatan tinggi dan mendadak berpindah jalur. Anak korban mengungkapkan ayahnya sedang dalam perjalanan menuju pasar saat kejadian. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara bagi semua pihak.



