Kuda pacu bernama Bintang Permata, yang baru saja menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pacuan kuda di Pulau Jawa, menjadi korban dalam kebakaran kapal KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura. Kuda tersebut merupakan satu-satunya wakil dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam ajang bergengsi itu.
Kronologi Kebakaran dan Kerugian yang Dialami Pemilik
Pemilik kuda, H. Lolong Azis, mengungkapkan bahwa Bintang Permata ikut terbakar dalam insiden yang terjadi pada Selasa (4/8/2026). Ia menyatakan bahwa kuda tersebut telah berada di Jawa sejak Februari untuk mengikuti rangkaian lomba. "Iya kuda pacu bernama Bintang Permata yang satu-satunya mewakili Sulawesi Selatan untuk lomba ikut terbakar. Kuda kami ke sana itu dari bulan Februari," ujarnya kepada detikSulsel, Rabu (5/8/2026).
Selain Bintang Permata, Lolong juga kehilangan enam ekor kuda potong yang baru dibelinya di Pangandaran. Kuda-kuda tersebut rencananya akan dibawa pulang ke Jeneponto, namun ikut menjadi abu dalam kebakaran tersebut. Total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp100 juta untuk enam kuda potong saja, belum termasuk nilai Bintang Permata yang jauh lebih tinggi.
"Waktu di Pangandaran saya antar joki. Ini mau pulang ada juga 6 kuda potong yang (terbakar) harganya kurang lebih Rp 100 juta lebih saya beli mau ke Jeneponto (sebelum kapal terbakar)," katanya dengan nada pilu.
Joki Nasional Ikut Jadi Korban
Kuda pacu Bintang Permata selama ini dilatih oleh joki nasional bernama Verdianto, yang akrab disapa Aco. Verdianto turut menjadi penumpang KM Mutiara Sentosa 2 dan ikut menjadi korban dalam kebakaran tersebut. Lolong menjelaskan bahwa Verdianto adalah atlet nasional yang tinggal di rumah Dantim Pegasus Resmob Polres Jeneponto dan dipercaya untuk melatih kuda milik pak Rasyad.
"Joki kami itu dia atlet nasional namanya Verdianto alias Aco. Jadi dia tinggal di rumahnya Dantim Pegasus Resmob Polres Jeneponto diminta tolong untuk melatih kudanya pak Rasyad," bebernya. Selama mengikuti kejuaraan, Verdianto kerap menangani langsung persiapan Bintang Permata, termasuk perawatan dan latihan harian.
Dampak dan Tanggapan DPR
Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi pemilik kuda, tetapi juga bagi publik. Komisi V DPR berencana memanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meminta klarifikasi terkait insiden ini. Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menyatakan keprihatinannya dan menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan transportasi laut di Indonesia.
"Kami akan memanggil Kemenhub untuk memastikan investigasi dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Keamanan transportasi laut harus menjadi prioritas utama," ujarnya dalam keterangan terpisah. Sementara itu, Ketua DPR Puan Maharani juga menyampaikan belasungkawa dan menyoroti minimnya standar keamanan transportasi laut di Tanah Air.
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi penumpang dan kargo, termasuk hewan ternak, dalam perjalanan laut. Bagi Lolong, kehilangan ini sangat berat, karena Bintang Permata bukan sekadar aset berharga, tetapi juga kebanggaan daerah yang telah mengharumkan nama Sulsel di kancah nasional.



