Insiden dugaan peluru nyasar terjadi di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, pada Selasa sore, 2 Juni 2026. Peristiwa ini melukai dua orang yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Padang untuk mendapatkan perawatan medis. Salah satu korban adalah mahasiswa UNP, sementara satu lainnya merupakan keluarga mahasiswa.
Kronologi Kejadian
Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan adanya mahasiswa yang diduga terkena tembakan peluru nyasar. "Mahasiswa sosiologi dan satu korban lainnya adalah keluarga mahasiswa yang sedang menunggu," ujarnya kepada wartawan. Insiden terjadi di sekitar kawasan Rektorat pada sore hari saat mahasiswa tengah merayakan hasil ujian seminar proposal. "Biasa anak-anak habis ujian Seminar Proposal, merayakan dengan bersukacita bersama teman-teman. Lalu, mereka terkena tembakan peluru nyasar. Mahasiswi itu perempuan. Satu lagi keluarga mahasiswa yang sedang menunggu adiknya," jelas Erianjoni.
Identitas Korban
Menurut keterangan tertulis Humas UNP, kedua korban adalah Nova Wirantika (25 tahun), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial UNP, dan Guruh Guino, yang merupakan teman dari salah seorang mahasiswa UNP. Keduanya sedang duduk bersama di alun-alun depan Rektorat UNP saat terkena tembakan. Nova Wirantika harus menjalani operasi karena selongsong peluru masih bersarang di paha kirinya, sedangkan Guruh Guino telah ditangani dan dipindahkan ke RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang untuk pemulihan.
Tindakan Cepat Rektor dan Koordinasi TNI
Rektor UNP, Krismadinata, yang berada di sekitar lokasi kejadian, segera menghubungi Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol, Komandan Batalyon 133, KABINDA, serta Polsek Padang Utara untuk berkoordinasi. Tim medis UNP langsung melarikan korban ke RS Hermina Padang menggunakan ambulans UNP. Pihak Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol menunjukkan sikap tanggung jawab dengan hadirnya Pangdam Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Kasdam, Danrem, Dandim, serta beberapa dokter TNI di RS Hermina untuk memberikan pertolongan segera.
Investigasi TNI
Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, membenarkan adanya dugaan peluru nyasar yang mengenai mahasiswa UNP. Namun, pihaknya masih melakukan investigasi untuk memastikan asal muasal penembakan. "Memang benar ada kejadian, ada dua masyarakat kita yang kena peluru nyasar, namun yang belum bisa dipastikan apakah peluru itu berasal dari anggota kodam kita yang sedang latihan atau bukan," ungkapnya. Ia juga mengonfirmasi bahwa pada saat kejadian, Batalion DTP Singgalang sedang melakukan latihan penembakan dari pagi hingga sore hari menggunakan senjata laras panjang, dengan lokasi latihan sekitar 800 meter dari kampus UNP.
TNI menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban hingga sembuh. Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan sekitar UNP dijaga ketat oleh aparat, begitu juga di RS Hermina Padang tempat korban dirawat.



