Seorang penumpang KM Mutiara Sentosa 2 nekat melompat ke laut lepas sambil menggendong erat anaknya yang masih balita saat kapal dilalap api di perairan utara Madura. Aksi heroik tersebut berakhir selamat setelah keduanya berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit PHC Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Kronologi Kejadian dan Evakuasi
Peristiwa dramatis itu terjadi pada Senin (3/8/2026) di perairan utara Madura. Sang ayah, yang diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, memilih melompat ke laut sebagai upaya terakhir menyelamatkan diri dari kobaran api yang membakar kapal. Dalam pelariannya, ia memeluk erat anaknya yang masih balita agar tidak terpisah di tengah gelombang.
Direktur RS PHC Surabaya, dr. Rony Kurniawan, membenarkan bahwa ayah dan anak tersebut kini berada di rumah sakitnya. "Dia dengan bapaknya ada di sini. Dari informasi yang kami dapat, sang ayah sengaja melompat dari kapal sambil menggendong erat tubuh anaknya agar tidak terpisah di tengah gelombang," ujarnya saat ditemui di RS PHC Surabaya.
Keduanya tiba di rumah sakit dalam kondisi lemas dan mengalami dehidrasi. Balita yang diketahui bernama MH itu sempat muntah-muntah akibat terlalu banyak menelan air laut saat berjuang bertahan hidup di perairan. Namun, kondisi keduanya kini sudah stabil dan mendapatkan perawatan intensif.
Keluarga Kini Terhubung Kembali
Dalam peristiwa nahas tersebut, ayah dan balita itu sempat terpisah dari sang ibu. Ibu korban diketahui dievakuasi menggunakan kapal penolong yang berbeda. Namun, Rony memastikan bahwa keluarga tersebut kini sudah terhubung kembali. "Tadi siang sudah sempat kontak-kontakan dan video call dengan ibunya. Artinya ibunya selamat, hanya saja berada di kapal yang berbeda," jelasnya.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 menimbulkan duka mendalam. Sebelumnya, polisi telah mengungkap identitas lima jenazah korban kebakaran kapal tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran dan kesiapan menghadapi keadaan darurat di laut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan otoritas pelabuhan masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Proses evakuasi dan identifikasi korban terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.



