3 Remaja di Cipayung Ditangkap Warga Saat Cari Sinte di Waktu Tarawih
3 Remaja Ditangkap Cari Sinte Saat Tarawih di Cipayung

3 Remaja di Cipayung Ditangkap Warga Usai Kepergok Cari Sinte saat Tarawih

Warga melakukan penangkapan terhadap tiga remaja di wilayah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (18/2) malam, tepatnya ketika jemaah sedang melaksanakan salat Tarawih. Ketiga remaja tersebut tertangkap tangan saat sedang berusaha mencari narkoba jenis tembakau sintetis atau yang biasa disebut sinte.

Pesan Melalui Media Sosial dan Pencarian yang Gagal

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, menjelaskan bahwa ketiga remaja itu telah memesan sinte melalui media sosial kepada seseorang. Mereka diberitahu bahwa barang tersebut sudah ditaruh di suatu tempat. Namun, saat tiba di lokasi yang dimaksud, sinte yang dipesan tidak mereka temukan.

"Itu lagi nyari, dia pesan ke seseorang melalui media sosial bahwa ada di tempat situ naruhnya gitu. Nggak ketemu, dan ketangkap sama warga," ujar Edy Handoko kepada wartawan pada Kamis (19/2/2026). Kehadiran mereka yang mencurigakan di sekitar lokasi saat kegiatan keagamaan berlangsung menarik perhatian warga setempat.

Pengamanan dan Pemeriksaan Lebih Lanjut

Setelah ditangkap oleh warga, ketiga remaja tersebut kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pengamanan. Polisi berencana melakukan tes urine terhadap ketiganya sebagai bagian dari proses penyelidikan. Selain itu, orang tua dari para remaja juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Tindak lanjut kita akan kita cek urine. Orang tuanya kita panggil," tegas Edy Handoko. Saat ini, ketiga remaja masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi untuk mengungkap lebih dalam keterlibatan mereka dalam kasus narkoba ini.

Penelusuran Asal-Usul Narkoba

Pihak kepolisian tidak hanya berfokus pada ketiga remaja, tetapi juga aktif menelusuri asal-muasal sinte yang mereka beli. Edy Handoko mengakui bahwa pelacakan transaksi narkoba secara online memang memiliki tingkat kesulitan tersendiri.

"Iya kita cek, agak susah juga kalau di online," pungkasnya. Investigasi ini diharapkan dapat mengungkap jaringan di balik peredaran narkoba jenis tembakau sintetis di wilayah tersebut, terutama yang memanfaatkan platform media sosial untuk transaksi.

Kasus ini menjadi peringatan keras tentang bahaya narkoba di kalangan remaja dan pentingnya pengawasan dari keluarga serta masyarakat. Kejadian di tengah bulan Ramadan ini juga menyoroti bagaimana kegiatan keagamaan dapat terganggu oleh aksi-aksi ilegal yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.