Napi di Kalsel: Budidaya Lele Ajarkan Tanggung Jawab dan Kerja Sama
Napi di Kalsel: Budidaya Lele Ajarkan Tanggung Jawab

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung, Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), berhasil memanen 35 kilogram ikan lele hasil budidaya warga binaan. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi para narapidana.

Nilai Tanggung Jawab dan Kerja Sama

Salah satu warga binaan, Rahman, mengungkapkan rasa senangnya bisa terlibat langsung dalam proses pemeliharaan hingga panen. "Saya merasa senang dapat terlibat langsung dalam proses pemeliharaan hingga panen. Selain menambah pengetahuan tentang budidaya ikan, kegiatan ini juga mengajarkan kami tanggung jawab," kata Rahman, dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjenpas Kemenimipas), Rabu (22/7/2026).

Rahman juga menyebutkan bahwa budidaya lele mengajarkan kerja sama. Dengan adanya tanggung jawab dan kerja sama, ia menjadi lebih bersemangat untuk memiliki usaha lele setelah bebas nanti. "(Mengajarkan) kerja sama, dan memberikan semangat untuk memiliki usaha yang bermanfaat setelah bebas nanti," ungkap Rahman.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Panen 35 Kilogram Lele

Panen lele dilaksanakan pada Selasa (21/7) dengan total berat 35 kilogram. Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Robbyanoor, menyatakan bahwa hasil panen ini menunjukkan keberhasilan pembinaan kemandirian melalui budidaya perikanan. "Panen 35 kilogram ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian melalui budidaya perikanan berjalan dengan baik. Kami terus mengoptimalkan program pertanian, perikanan, dan peternakan agar warga binaan memiliki keterampilan produktif yang bernilai ekonomi dan dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat," ujar Robbyanoor.

Ketahanan Pangan di Lapas

Program ketahanan pangan di lapas dan rutan merupakan bagian dari inisiatif sejak Ditjen Pemasyarakatan berada di bawah Kemenimipas. Menteri Imipas Agus Andrianto memadukan temuan lahan idle dengan misi swasembada pangan yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pembekalan di Blora, Jawa Tengah, pada Sabtu (29/11/2025), Menteri Agus menjelaskan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan banyak lahan tidur di kementeriannya.

Menteri Agus menuturkan bahwa temuan tersebut berulang, bahkan saat Imigrasi dan Permasyarakatan masih di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Ia kemudian menyelaraskan penyelesaian masalah ini dengan visi Presiden Prabowo, yaitu mewujudkan Ketahanan Pangan. Semangat ketahanan pangan kemudian ditumbuhkan di lingkungan pemasyarakatan, terutama di unit yang memiliki lahan idle. Jika tidak memiliki lahan luas, unit tetap bisa berpartisipasi dengan budidaya tanaman di polybag atau budidaya lele.

Penyerapan Hasil Ketahanan Pangan

Hasil kegiatan ketahanan pangan dari lapas dan rutan akan diserap melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau vendor penyedia bahan makanan. Menteri Agus menerangkan bahwa vendor diwajibkan menyerap minimal lima persen hasil kegiatan ketahanan pangan di lapas. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga berkontribusi pada kebutuhan pangan nasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga