Kebakaran Gudang Pestisida Picu Krisis Air di Tangerang Raya
Sebuah insiden kebakaran di gudang penyimpanan pestisida di kawasan Pergudangan Kota Tangerang Selatan telah menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Tidak hanya mencemari Kali Jalantreng, limbah kimia dari kebakaran tersebut juga mengalir dan mencemari Sungai Cisadane, yang merupakan sumber air baku utama bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang.
Pasokan Air Bersih Terhenti, Ratusan Ribu Warga Terdampak
Akibat pencemaran ini, PDAM Tirta Benteng terpaksa menghentikan sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) mereka. Hal ini menyebabkan gangguan pasokan air bersih ke ratusan ribu rumah tangga atau pelanggan PDAM. Dody Efendi, Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, menjelaskan dalam keterangan tertulisnya bahwa air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya, dengan indikasi seperti bau menyengat, air sungai yang berminyak, dan kematian ikan secara mendadak.
"Kejadian kebakaran gudang bahan kimia di Serpong membuat air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak, maka seluruh IPA Perumda TB kami stop operasi," ungkap Dody Efendi pada Selasa, 10 Februari 2026.
Upaya Penanganan dan Pemulihan Bertahap
Untuk mengatasi krisis ini, PDAM TB telah berkoordinasi dengan pengelola Pintu Air Sepuluh. Tindakan yang diambil termasuk membuka pintu air nomor 9 dan 10 agar limbah dapat segera dialirkan ke laut. Sementara itu, kualitas air dipantau secara intensif setiap 30 menit melalui pengujian fisika dan kimia.
Upaya ini mulai membuahkan hasil ketika pada pukul 05.00, kualitas air baku menunjukkan perbaikan. PDAM kemudian mengoperasikan kembali IPA mereka secara bertahap. "Saat ini jam 7.15 pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan bertahap kami normalkan kembali," tambah Dody Efendi.
Imbauan Penting bagi Warga
Meskipun distribusi air mulai pulih, warga diimbau untuk tidak menggunakan air PDAM untuk keperluan konsumsi atau memasak hingga dinyatakan aman sepenuhnya. Hal ini penting untuk mencegah risiko kesehatan akibat residu kimia yang mungkin masih tersisa.
Insiden ini menyoroti kerentanan sistem pasokan air terhadap bencana lingkungan dan pentingnya pengelolaan limbah bahan kimia yang lebih ketat. Pemantauan berkelanjutan terhadap kualitas air di Sungai Cisadane tetap diperlukan untuk memastikan keamanan pasokan air bersih bagi masyarakat Tangerang Raya.