Penangkapan Pejabat Tinggi Pertanian Vietnam
Kepolisian Vietnam menangkap empat orang, termasuk Wakil Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup Hoang Trung, dalam penyelidikan dugaan korupsi ekspor durian ke China. Mereka dituduh menerima suap dan menyalahgunakan jabatan untuk menerbitkan kebijakan ilegal, termasuk pembuatan sub-lisensi yang menguntungkan pihak tertentu.
Menurut pernyataan Kementerian Keamanan Publik Vietnam, tindakan tersebut menghasilkan keuntungan haram yang 'sangat besar' dan menyebabkan 'kerugian serius' bagi petani durian serta pelaku usaha ekspor. Selain itu, negara juga menderita kerugian anggaran yang 'luar biasa besar', dan reputasi sektor pertanian Vietnam tercoreng.
Langkah Partai Komunis dan Pejabat Lain
Hoang Trung resmi dikeluarkan dari Partai Komunis Vietnam pada 28 Juli, seperti dilaporkan media pemerintah setempat. Wakil Kepala Departemen Produksi Panen dan Perlindungan Tanaman, Nguyen Quang Hieu, juga terjerat tuduhan serupa. Dua pejabat lain yang tidak disebutkan namanya ditahan karena memalsukan dokumen resmi.
Penangkapan ini merupakan kelanjutan dari penyelidikan yang berfokus pada prosedur sertifikasi pengiriman durian ke China, yang melibatkan Pusat Pengujian, Sertifikasi, dan Layanan Mutu di bawah Kementerian Pertanian, perusahaan NhoNho Technology, dan Thuy Fruit.
Dampak pada Petani dan Ekonomi
Menurut Kementerian Keamanan Publik, kebijakan ilegal tersebut tidak hanya merugikan petani dan eksportir, tetapi juga menghambat upaya Vietnam mempertahankan akses ke pasar China – tujuan ekspor durian terbesar. Pengawasan ketat terhadap kualitas dan kepatuhan fitosanitasi semakin diperketat akibat skandal ini.
Data menunjukkan, antara tahun 2021 hingga 2025, Vietnam mengekspor lebih dari tiga juta ton durian segar dan hampir 190.000 ton durian beku. China menyerap lebih dari 95 persen dari total volume ekspor tersebut, menunjukkan betapa vitalnya pasar China bagi komoditas ini.
Skandal Berkelanjutan
Setahun sebelumnya, pada 2025, media lokal VnExpress melaporkan Kepolisian Vietnam telah menahan delapan orang terkait kasus yang sama. Ini menandakan bahwa praktik korupsi dalam rantai ekspor durian telah berlangsung lama dan menjadi perhatian serius otoritas.
Kasus ini muncul di tengah upaya Vietnam untuk mempertahankan reputasi produk pertaniannya di pasar internasional, terutama setelah meningkatnya pengawasan China terhadap impor buah-buahan. Kepatuhan terhadap standar fitosanitasi menjadi kunci, dan dugaan pemalsuan dokumen oleh pejabat semakin memperumit situasi.



