Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengkritik Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Kritikan ini dilontarkan sebelum Trump melakukan pembicaraan dengan Netanyahu di Gedung Putih, yang disebutnya berlangsung sukses.
Dalam wawancara dengan Fox News, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (29/7/2026), Trump mengatakan bahwa Netanyahu seharusnya membahas kekhawatiran mengenai fasilitas nuklir bawah tanah Iran, Gunung Pickaxe, secara privat, bukan mengangkat isu tersebut di depan publik. "Saya mendengar Bibi (nama panggilan Netanyahu) mengumumkannya. Saya berkata, 'Mengapa Anda tidak menyampaikannya secara langsung kepada saya? Mengapa Anda harus mengumumkannya kepada dunia?'" kata Trump.
Serangan Gabungan AS-Saudi di Irak Tewaskan 20 Orang
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Irak pada Rabu (29/7) menewaskan sedikitnya 20 anggota bekas aliansi paramiliter yang mencakup kelompok-kelompok pro-Iran. AS dan Saudi mengatakan mereka menyerang milisi pro-Iran sebagai respons atas serangan drone dari Irak terhadap pasukan AS dan fasilitas minyak Saudi.
Dilansir AFP, Rabu (29/7/2026), Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) mengatakan sedikitnya 20 petempur tewas dan 32 lainnya terluka menurut penghitungan sementara. PMF merupakan aliansi bekas kelompok paramiliter dan faksi-faksi yang kini terintegrasi ke dalam angkatan bersenjata Irak.
Eks PM Bangladesh Hasina Bertekad Pulang Meski Takut Dibunuh
Mantan perdana menteri Bangladesh yang buron, Sheikh Hasina, bertekad kembali ke negaranya pada bulan Desember mendatang, meskipun dia takut akan dibunuh. "Saya mungkin dibunuh. Saya mungkin ditangkap. Saya mungkin dipenjara," kata Hasina, seperti dikutip AFP, Rabu (29/7/2026). "Saya sepenuhnya menyadari nasib saya. Namun, saya ingin kembali karena rakyat saya memanggil saya," imbuh perempuan berusia 78 tahun itu.
Komentar Iran Bikin Marah Venezuela, Dubesnya Dipanggil
Pemerintah Venezuela memanggil Duta Besar Iran, Ali Chegini, pada Selasa (28/7) waktu setempat untuk memprotes komentar otoritas Iran yang dianggap "merendahkan dan tidak pantas". Kementerian Luar Negeri Venezuela dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (29/7/2026), mengatakan bahwa Chegini dipanggil untuk menerima nota protes atas pernyataan tersebut. Otoritas Venezuela tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai pernyataan Iran yang dimaksud.
Ukraina Akui Tak Sengaja Serang Kapal Iran, Teheran Tuntut Ganti Rugi
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Ukraina telah menyatakan serangan terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia terjadi secara "tidak sengaja". Kendati demikian, Araghchi menuntut ganti rugi dari Kyiv. Araghchi, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (29/7/2026), mengatakan bahwa ia telah berbicara via telepon dengan Menlu Ukraina Andrii Sybiha, yang menyatakan bahwa serangan oleh militer Ukraina itu tidak disengaja dan Kyiv tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut.



