Hoaks Video Istri Gubernur Bali Umumkan Undian BPD Bali Rp 2 Miliar
Video Istri Gubernur Bali Umumkan Undian BPD Bali Rp 2 Miliar Hoaks

Video yang menampilkan istri Gubernur Bali, Ni Luh Putu Putri Suastini, diklaim mengumumkan undian berhadiah dari Bank BPD Bali senilai Rp 2 miliar telah beredar di media sosial. Undian tersebut diklaim dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI). Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu merupakan hasil manipulasi berbasis artificial intelligence (AI). Narasi tersebut adalah hoaks dan terindikasi sebagai modus penipuan.

Klarifikasi dari Tim Cek Fakta

Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa video yang beredar di akun Facebook tersebut bukanlah rekaman asli. Melalui analisis forensik digital, terlihat ketidakwajaran pada gerakan bibir dan ekspresi wajah yang tidak sinkron dengan suara, yang merupakan ciri khas deepfake. Teknologi AI digunakan untuk meniru wajah dan suara Ni Luh Putu Putri Suastini agar terlihat seperti mengumumkan undian palsu.

Pihak Bank BPD Bali sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai undian tersebut. Namun, berdasarkan penelusuran, tidak ada informasi resmi tentang undian berhadiah senilai Rp 2 miliar yang diumumkan oleh istri Gubernur Bali. Hal ini memperkuat dugaan bahwa video tersebut adalah rekayasa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Modus Penipuan Mengatasnamakan Pejabat

Penipuan dengan menggunakan deepfake yang mengatasnamakan pejabat publik semakin marak. Pelaku biasanya memanfaatkan wajah dan suara tokoh terkenal untuk meyakinkan korban. Dalam kasus ini, pelaku mengaitkan undian palsu dengan HUT ke-81 RI untuk meningkatkan kredibilitas.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menawarkan hadiah atau undian. Selalu verifikasi kebenaran informasi melalui kanal resmi institusi terkait atau situs cek fakta seperti Kompas.com.

Langkah Antisipasi

Untuk menghindari menjadi korban penipuan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, periksa sumber informasi. Kedua, waspadai tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Ketiga, jangan pernah memberikan data pribadi atau mentransfer uang untuk klaim hadiah. Keempat, laporkan konten mencurigakan ke pihak berwenang.

Dengan meningkatnya kecanggihan teknologi AI, penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dan waspada. Jangan sampai terjebak dalam penipuan yang merugikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga