Polisi mengimbau para pengendara untuk menghindari ruas Jalan Kapten P Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, arah Blok M menyusul insiden truk pengangkut crane yang menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) pada Selasa pagi. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto menyatakan bahwa meskipun ruas jalan masih bisa dilintasi, terjadi penyempitan signifikan dari dua jalur menjadi satu lajur.
Imbauan Polisi dan Alternatif Jalan
"Diimbau menghindari (jalan) Tendean cari alternatif, karena di situ masih dibuka biar supaya masih nampung juga, kalau pengalihan kan nanti enggak nampung juga. Iya masih bisa (dilintasi), cuma memang penyempitan yang tadinya dua jalur menjadi satu lajur," kata Mujiyanto saat dihubungi, Selasa (14/7). Personel kepolisian telah disiagakan di lokasi untuk mengatur lalu lintas dan membantu proses evakuasi.
Sementara itu, Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados juga mengimbau masyarakat untuk menghindari Jalan Kapten Tendean dan menggunakan jalur alternatif seperti Jalan HR Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kemang Raya, dan Jalan Antasari.
Proses Evakuasi Tunggu Bina Marga
Mujiyanto menjelaskan bahwa proses evakuasi masih menunggu kedatangan petugas dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Hal ini dikarenakan kondisi JPO yang miring dan nyaris roboh akibat tabrakan. "Nanti koordinasi Bina Marga karena JPO itu kan punya Bina Marga harus diapain dulu nanti orang Bina Marga mau datang juga," ucap dia.
Dugaan Penyebab Kecelakaan
Menurut Mujiyanto, insiden ini diduga disebabkan truk pengangkut crane yang mengalami out of control. Namun, penyebab pasti masih dalam pendalaman. "Kronologi pasti karena yang JPO sebelumnya enggak nyangkut terus mungkin out of control nyangkut di atas, kan kita belum tahu ukuran ketinggiannya," ujarnya. Sebelumnya, beredar dugaan bahwa sopir truk bermain ponsel saat mengemudi, namun hal ini belum dikonfirmasi oleh polisi.
Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi dan pengendara diimbau untuk bersabar serta mematuhi arahan petugas di lapangan.



