Rumah seorang pengacara bernama Sulardi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis, 3 Juli 2026, pukul 02.30 WIB. Peristiwa itu membuat gerbang rumahnya terbakar, namun api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bagian lain.
Kecurigaan Tetangga Sebelum Kejadian
Sulardi mengungkapkan bahwa pada Senin, 29 Juli 2026, tetangganya mulai curiga dengan kehadiran orang-orang asing yang mondar-mandir di sekitar rumahnya. Mereka bertanya-tanya kepada warga sekitar, tetapi tidak ada yang mengenali pihak tersebut.
"Itu hari Senin malam itu ya memang ada pihak-pihak yang dicurigai oleh tetangga-tetangga itu, oleh teman-teman yang pada nongkrong di depan itu mencurigailah itu bukan orang lama, orang baru gitu loh, orang asing," ujar Sulardi saat dihubungi wartawan, Minggu, 5 Juli 2026.
"Memperhatikan situasi, mondar-mandir, lihat situasi lingkungan, kemudian bertanya sana bertanya sini. Seolah-olah itu dia akan ada yang mencari sesuatu, membeli sesuatu. Tapi indikasinya itu tidak dikenal oleh tetangga itu, tetangga-tetangga dan teman-teman itu nggak mengenal siapa mereka gitu," ungkapnya.
Detik-Detik Pelemparan Molotov
Pada malam kejadian, Sulardi terbangun pukul 02.00 WIB untuk salat. Tak lama kemudian, ia mendengar teriakkan tetangga yang memanggilnya. "Pak Haji, Pak Haji, Pak Haji," teriak mereka. Saat Sulardi keluar, ia melihat api menyala di depan rumahnya.
"Nah, kemudian pas kebetulan saya bangun jam 02.15 WIB ya, jam 02.15 itu setelah saya mau persiapan mau mandi, ternyata ada yang teriak-teriak dari luar, manggil-manggil. 'Pak Haji, Pak Haji, Pak Haji'. Nah, kemudian saya keluar. Begitu saya keluar kok ada api menyala," ungkapnya.
Akibat serangan itu, pintu gerbang rumahnya terbakar bagian bawah karena minyak dari molotov tumpah di bawah. Beruntung, api segera dipadamkan dan tidak menjalar ke bangunan utama.
Polisi Selidiki dengan CCTV dan Saksi
Polres Metro Jakarta Timur tengah menyelidiki kasus ini. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, mengatakan bahwa polisi telah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memburu pelaku.
"Iya, tentu polisi melakukan pengecekan CCTV di lokasi tersebut," ujar Made saat dimintai konfirmasi, Sabtu, 4 Juli 2026.
Selain itu, dua orang saksi telah diperiksa. Berdasarkan keterangan mereka, pelemparan diduga dilakukan oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor. Mereka membawa botol berisi bahan yang diduga bom molotov.
"Menurut keterangan para saksi yang berada di tempat kejadian, tindakan dilakukan oleh dua orang diduga pelaku yang menggunakan sepeda motor dengan membawa botol berisi bahan yang diduga bom molotov," jelas Made.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mengejar pelaku dan terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.



