Pelaku Pencurian di Karawang Diamuk Massa Usai Jebol Genteng
Polsek Cilamaya, Polres Karawang, mengamankan seorang pelaku pencurian yang babak belur setelah diamuk massa di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Peristiwa terjadi pada Rabu malam, 1 Juli 2026, ketika pelaku berinisial K (23) nekat menjebol genteng rumah seorang ibu rumah tangga bernama Kartika (34) di Desa Rawagempol Wetan.
Kasie Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengungkapkan bahwa pelaku masuk ke rumah korban dengan cara memanjat tangga dan menjebol genteng. Setelah berhasil masuk, ia menggasak sejumlah barang berharga milik korban. Namun, saat hendak melarikan diri, aksinya diketahui warga. Pelaku pun tertangkap dan sempat diamuk massa hingga babak belur.
Kerugian Capai Rp5,65 Juta, Polisi Amankan Barang Bukti
Menurut Ipda Cep Wildan, korban Kartika telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilamaya. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa barang-barang berharga milik korban. Total kerugian materil ditaksir mencapai kurang lebih Rp5.650.000.
"Total kerugian materil akibat peristiwa pencurian ini ditaksir mencapai kurang lebih Rp5.650.000," kata Cep Wildan, Jumat (3/7/2026).
Masyarakat Serahkan Pelaku ke Polisi, Polisi Apresiasi Tindakan Terukur
Meski sempat terjadi amuk massa, aksi tersebut tidak berlangsung lama. Warga setempat berusaha meredam dan melerai, kemudian menyerahkan pelaku ke Mapolsek Cilamaya. Piket Reskrim Polsek Cilamaya menerima penyerahan seorang pria diduga pelaku pencurian berinisial K, yang berstatus buruh harian lepas asal Kecamatan Cilamaya Wetan.
"Begitu diserahkan oleh warga, petugas langsung bergerak membawa pelaku ke Klinik Kencana untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi fisik pelaku," jelas Cep Wildan.
Pihak kepolisian mengapresiasi tindakan tegas namun terukur dari masyarakat yang memilih menyerahkan pelaku ke jalur hukum daripada melakukan tindakan anarkis. Saat ini, Polsek Cilamaya telah membuat berita acara penyerahan dan tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku untuk mendalami motif serta kronologi detail pembobolan tersebut.



