Polisi Selidiki Mayat Tanpa Kaki Diduga Korban Mutilasi di Depok
Polisi Selidiki Mayat Tanpa Kaki di Depok

Polres Metro Depok tengah menyelidiki penemuan mayat tanpa kaki yang diduga kuat merupakan korban mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok. Jasad korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung beras dan sempat dikira tumpukan sampah oleh warga setempat, bahkan nyaris hangus terbakar sebelum akhirnya diketahui merupakan bagian tubuh manusia.

Penemuan Berawal dari Tumpukan Sampah

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan penemuan mayat tersebut pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan.

"Informasi yang kami dapatkan sekitar pukul 16.00 WIB, setelah itu kami langsung mendatangi lokasi temuan," ujar Oka kepada awak media.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut Oka, jasad korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk penanganan awal. Pihak kepolisian masih mendalami identitas korban serta penyebab pasti kematiannya. "Untuk korban telah kami evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk penanganan awal dan kami juga masih mendalami identitas korban," jelasnya.

Warga Sempat Membakar Karung Berisi Jasad

Kejadian bermula ketika warga melihat tumpukan sampah di area tanah merah Pancoran Mas sejak 24 Juli 2026. Tumpukan tersebut tidak dihiraukan oleh warga maupun pengguna jalan yang melintas. Namun, karena merasa risih, sejumlah warga kemudian memutuskan untuk membakar tumpukan sampah tersebut agar hilang.

Salah seorang warga bernama Albadlu menuturkan bahwa saat proses pembakaran berlangsung, tumpukan sampah tersebut meleleh dan memperlihatkan bentuk yang mencurigakan. "Pas tadi dibakar meleleh, jadi keliatan badannya akhirnya dimatiin apinya," ujar Albadlu.

Setelah api dipadamkan, warga melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menemukan potongan badan manusia di dalam karung tersebut. Mereka pun segera menghubungi pihak kepolisian. "Ketahuannya tadi sore, kirain sampah makanya didiemin aja," tambah Albadlu.

Korban Ditemukan Tanpa Kaki, Sebagian Tubuh Hilang

Oka mengakui bahwa kondisi tubuh korban saat ditemukan tidak utuh. Polres Metro Depok masih melakukan penyelidikan terkait bagian tubuh korban yang tidak ditemukan di lokasi kejadian. "Sebagian tubuh dari korban itu tidak ditemukan di TKP, namun kami masih melakukan penyelidikan," ucap Oka.

Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap identitas korban serta dugaan tindak kekerasan yang dialami. "Data identitas korban nanti kami akan sampaikan setelah kita mendapatkan kepastian (hasil autopsi)," kata Oka.

Warga Sekitar Tidak Ada yang Hilang

Temuan mayat ini sempat menggegerkan warga sekitar. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarga di sekitar lokasi penemuan. "Di sini enggak ada yang kehilangan anggota keluarga," ungkap Albadlu.

Lokasi tanah merah Pancoran Mas sendiri merupakan area terbuka yang kerap dijadikan tempat bermain anak-anak. Warga mengaku tidak mengetahui siapa pelaku di balik pembuangan mayat tersebut. Albadlu menduga mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki, namun hanya bagian badan saja yang ditemukan. "Mungkin ini mayat laki-laki, hanya badan saja," tuturnya.

Polisi Imbau Warga Tenang dan Laporkan Informasi

Polres Metro Depok mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait penemuan mayat ini. Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan secara mendalam dan meminta bantuan warga apabila memiliki informasi yang dapat membantu proses identifikasi dan pengungkapan kasus.

Autopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati diharapkan dapat memberikan jawaban atas identitas korban, penyebab kematian, serta dugaan tindak pidana yang menyertainya. Polisi juga akan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi jika tersedia untuk melacak pelaku.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga