Polisi Periksa Sopir Truk Tabrak JPO Tendean, Diduga Main HP
Polisi Periksa Sopir Truk Tabrak JPO Tendean

Polisi tengah memeriksa sopir truk pengangkut alat berat yang menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/7) dini hari. Kecelakaan itu menyebabkan JPO nyaris roboh dan kemacetan panjang di kawasan tersebut.

Sopir Truk Diperiksa, Diduga Main Handphone

Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengatakan bahwa sopir saat ini sedang dimintai keterangan di kantor kepolisian. "Sopir saat ini sedang dimintai keterangan di kantor kepolisian, sudah kita lakukan pendataan untuk mobil truk nyangkut di jam 1 dini hari," ujar Robby kepada wartawan, Selasa (14/7).

Berdasarkan keterangan dari BPBD DKI Jakarta, peristiwa bermula saat kendaraan berpelat nomor B-9077-UFU melintas di Jalan Kapten Tendean sekitar pukul 00.30 WIB. "Pengemudi melihat bahwasanya ada jembatan JPO, namun tanpa disadari pengemudi dalam kondisi fokus pada handphone," demikian pernyataan BPBD. Akibatnya, sopir diduga tidak memperhitungkan jarak antara muatan crane dengan JPO, sehingga crane tersangkut dan merusak jembatan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Robby menerangkan pihaknya masih menyelidiki penyebab insiden tersebut. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena sopir tidak memperhitungkan ketinggian JPO dengan muatannya. "Sementara masih lidik, mungkin sopir tidak melihat JPO itu tingginya berapa dia enggak tahu, kendaraannya ngangkut ekskavator, tapi itu seperti alat bor gitu ekskavator untuk ngebor," ucap dia.

BPBD menambahkan, "Akibatnya dikarenakan tidak memperhitungkan max ketinggian muatan, unit yang sedang diangkut menyangkut bagian jembatan JPO yang mengakibatkan kondisi JPO rusak cukup parah."

Evakuasi Truk dan Pengaturan Lalu Lintas

Robby menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk melakukan evakuasi terhadap truk yang tersangkut. Namun, evakuasi belum bisa dilakukan karena masih menunggu crane dan fokus pada pengaturan lalu lintas. "Karena melibatkan JPO kita harus mendatangkan crane. Saat ini masih padat jadi belum bisa dievakuasi, masih fokusnya pengaturan lalu lintas dan menunggu dinas terkait," tutur dia.

Kemacetan panjang terjadi dari Warung Buncit hingga simpang Kuningan atau TL Rasuna Said. Polisi mengimbau pengendara untuk menghindari Jalan Kapten Tendean arah Blok M dan menggunakan jalan alternatif seperti Jalan HR Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kemang Raya, dan Jalan Antasari.

Kronologi Kecelakaan

Truk pengangkut crane bernomor polisi B-9077-UFU menabrak JPO di Jalan Kapten P Tendean sekitar pukul 01.28 WIB. Akibat benturan, JPO mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan sopir lalai karena menggunakan handphone saat berkendara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga