Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, nyaris roboh setelah ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa dini hari. Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, memastikan bahwa JPO tersebut akan dibongkar total.
Kronologi dan Kerusakan JPO
Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Truk pengangkut alat berat menabrak JPO hingga satu tiang penyangga terlepas dari tanah. Akibatnya, tangga jembatan di sisi Jalan Tendean menuju Blok M terpisah dari jembatan penghubung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta melaporkan bahwa sopir truk kurang hati-hati dan tidak memperhitungkan batas maksimal ketinggian muatan.
Alasan Pembongkaran Total
Rifki menjelaskan bahwa pembongkaran total dilakukan karena satu tiang penyangga sudah lepas dan JPO tidak memiliki tiang penyangga di bagian tengah. "Karena kami tidak punya penunjang di tengah, pelepasan tidak bisa setengah, harus seluruhnya," ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (14/7/2026). Alat-alat berat untuk pembongkaran tiba sekitar pukul 10.00 WIB, dan proses pembongkaran ditargetkan selesai pada sore hari.
Proses Pembongkaran
Langkah pertama dalam pembongkaran adalah memangkas atap JPO karena jaraknya terlalu dekat dengan bangunan lain. Setelah itu, gelagar jembatan akan dilepaskan. "Mudah-mudahan siang menjelang sore sudah selesai," kata Rifki. BPBD Jakarta mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati dan mencari jalur alternatif selama proses pembongkaran berlangsung.
Dampak Lalu Lintas
Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi. Evakuasi truk sempat tertunda karena lalu lintas padat dan kebutuhan akan crane. Hingga pukul 07.30 WIB, truk masih berada di lokasi dan menunggu proses evakuasi lebih lanjut. Pengendara diimbau untuk menghindari ruas Jalan Kapten Tendean sementara waktu.



