Polrestabes Medan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan rumah di Perumahan Grand Polonia, Medan, pada Rabu (22/7). Ledakan dahsyat yang terjadi pada Senin (20/7) itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang lainnya luka-luka. Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi dan dijaga ketat untuk kepentingan penyelidikan.
Status Quo TKP untuk Investigasi Tahap Kedua
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan bahwa pihaknya mempertahankan kondisi lokasi dalam status quo atau tidak mengubah keadaan TKP sampai seluruh tahapan investigasi selesai. "Kita akan menjaga area ini tetap status quo. Kenapa status quo? Karena masih ada tahap kedua. Tahap kedua adalah memastikan alat-alat bukti yang akan kita cari. Kita lakukan secara induktif dan deduktif," kata Jean di lokasi pada Rabu (22/7).
Polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan pasca-ledakan. Alat berat masih berada di sekitar bangunan yang roboh untuk membersihkan material yang menutupi bagian depan rumah. Selain mencari dan mengamankan alat bukti, petugas juga melakukan pendataan terhadap barang-barang milik penghuni rumah yang ditemukan di area reruntuhan.
Barang Bukti dan Imbauan Keamanan
"Masih banyak barang-barang milik pemilik yang harus kita lakukan pendataan. Apakah itu nanti ada kaitan dengan alat bukti dan barang bukti, atau itu barang-barang yang akan kita kembalikan kepada pemiliknya," ujar Calvijn. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memasuki area yang masih dalam pengawasan kepolisian untuk mengantisipasi potensi tindak pidana lain seperti pencurian.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang ada di tempat, karena di sini masih dalam status quo dan penjagaan kepolisian, untuk mengantisipasi tindak pidana lainnya entah itu pencurian dan lain-lainnya," jelasnya.
Kronologi Ledakan dan Kerusakan
Ledakan besar terjadi di rumah nomor 3B Perumahan Grand Polonia pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Kekuatan ledakan menyebabkan bangunan tingkat tiga itu mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar struktur bangunan runtuh. Tidak hanya menghancurkan rumah yang menjadi pusat ledakan, reruntuhan bangunan juga menimpa tiga unit mobil yang terparkir di depan rumah. Sejumlah rumah di sisi kiri, kanan, dan depan lokasi turut mengalami kerusakan akibat kuatnya gelombang ledakan.
Penyebab Masih Diselidiki
Penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian dan tim terkait. Namun, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah yang berada di area rumah. Polisi terus bekerja sama dengan laboratorium forensik dan instansi terkait untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.



