Polisi Pastikan Kasus Jesslyn Wijaya Lay Bukan Penculikan
Polisi: Kasus Jesslyn Wijaya Lay Bukan Penculikan

Polres Metro Jakarta Pusat memastikan bahwa atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay bukanlah korban aksi penculikan. Berdasarkan hasil penyelidikan, Jesslyn diketahui pergi ke luar negeri atas kesadaran sendiri, didampingi oleh ibu dan tantenya. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, pada Minggu (2/8/2026).

Kesimpulan Polisi: Bukan Penculikan

“Bukan penculikan. Jesslyn ikut ke luar negeri dengan kesadaran sendiri,” ujar AKBP Roby Heri Saputra saat dikonfirmasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya menyimpulkan perkara ini bukan merupakan tindak pidana penculikan. “Saat ini kami simpulkan bukan perkara penculikan,” sambungnya.

Proses Penghentian Penyelidikan

Roby menjelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah menggelar perkara untuk proses penghentian penyelidikan. “(Kasus) belum (dihentikan), masih direncanakan jadwal gelarnya,” ucap dia. Gelar perkara ini akan menentukan apakah penyelidikan resmi dihentikan atau ada tindak lanjut lainnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Dugaan Penculikan

Sebelumnya, Jesslyn diduga diculik saat sedang merayakan ulang tahun neneknya di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026). Peristiwa itu kemudian dilaporkan secara resmi ke Polres Metro Jakarta Pusat dan teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Namun, pelapor berinisial NA, yang merupakan teman Jesslyn, kemudian mencabut laporan tersebut pada Minggu (19/7/2026). Pencabutan laporan ini menjadi salah satu pertimbangan dalam penyelidikan polisi.

Perjalanan ke Luar Negeri

Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap bahwa Jesslyn pergi ke Malaysia dan Thailand setelah diduga diculik. Jesslyn diketahui pergi bersama ibu dan tantenya. “Jesslyn kami dapat informasi dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu bersama dengan ibunya dan tantenya,” kata Roby pada Jumat (31/7/2026).

Peran Ibu dalam Peristiwa Ini

Berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi dugaan penculikan itu diduga diperintah oleh ibunya karena tidak menyetujui hubungan Jesslyn dengan pacarnya. “Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya,” ujarnya.

Dengan demikian, kasus ini ditutup sebagai bukan penculikan, dan proses hukum selanjutnya akan dihentikan melalui gelar perkara. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga